Badai Maria 2017 Timbulkan Kerugian Rp1,2 Kuadriliun

Arpan Rahman    •    Selasa, 10 Apr 2018 15:15 WIB
topan badai
Badai Maria 2017 Timbulkan Kerugian Rp1,2 Kuadriliun
Seorang pria berjalan di dekat pohon yang tumbang diterpa Badai Maria di Fajardo, Puerto Riko, 21 September 2017. (Foto: AFP/RICARDO ARDUENGO)

San Juan: Badai Maria yang terjadi pada September 2017 menimbulkan kerusakan parah dengan kerugian berkisar USD90 miliar atau setara Rp1,2 kuadriliun di Puerto Rico dan Kepulauan Virgin Amerika Serikat. Kabar terbaru disampaikan Pusat Badai Nasional (NHC), Senin 9 April 2018.

Sebagai bagian dari estimasi akhir kerugian akibat Maria, NHC menilai badai ini adalah yang paling merusak Puerto Rico di era modern. Maria juga badai ketiga yang menelan kerugian terbesar dalam sejarah AS setelah Katrina dan Harvey. 

"Kekuatan destruktif gabungan dari embusan badai dan gelombang tinggi dari Maria menimbukan kerusakan luas pada bangunan, rumah, dan jalan di sepanjang pantai timur dan tenggara Puerto Rico, serta pantai selatan Vieques dan St Croix," kata NHC, seperti dilansir UPI, Selasa 10 April 2018.

Badai Maria juga merobohkan 80 persen tiang listrik di Puerto Rico dan semua jalur transmisi. Hal ini mengakibatkan hilangnya aliran listrik utnuk 3,4 juta penduduk di pulau tersebut. Jaringan telepon genggam dan pasokan air kota juga hampir seluruhnya terputus.

NHC melaporkan angka kematian resmi mencapai 65 orang. Namun jumlah itu bisa saja meningkat seiring berjalannya waktu.

Mencapai puncak intensitas pada 18 September, Maria menjadi badai keenam dengan tiupan angin tercepat dalam catatan lempeng Atlantik.

Maria juga menghasilkan gelombang badai pada tingkat genangan maksimum 6 kaki (1,8 meter) hingga 9 kaki (2,7m) di atas permukaan tanah di sepanjang kota-kota pantai Humacao, Naguabo, dan Ceiba di Puerto Rico.



(WIL)