PBB Kecam Penembakan Israel terhadap Razan al-Najjar

Willy Haryono    •    Minggu, 03 Jun 2018 15:14 WIB
palestinapalestina israel
PBB Kecam Penembakan Israel terhadap Razan al-Najjar
Razan al-Najjar. (Foto: Palestine al-Yawm News)

New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam aksi penembakan oleh prajurit Israel terhadap seorang wanita yang menjadi relawan medis di perbatasan Gaza, Sabtu 2 Juni 2018.

Razan al-Najjar tewas ditembak di bagian dada saat sedang berusaha mengobati demonstran yang terluka dalam bentrokan dengan Israel. Saat ditembak, Razan yang merupakan relawan dari Kementerian Kesehatan Gaza mengenakan pakaian putih khas medis.

"Pekerja medis bukan sasaran! Saya mengucapkan belasungkawa kepada keluarga Razan al-Najjar. Warga Palestina di Gaza sudah sangat menderita," tulis Utusan PBB untuk Timur Tengah, Nickolay E. Mladenov, seperti dikutip dari DW.

"Israel perlu mengendalikan penggunaan kekuatan militernya, dan Hamas juga perlu mencegah terjadinya insiden di pagar perbatasan. Eskalasi kekerasan hanya akan menimbulkan lebih banyak korban," lanjut dia, dalam sebuah tulisan di Twitter.

Perkumpulan Tim Medis Palestina (PMRC) menyebutkan bahwa Najjar ditembak "saat memberikan pertolongan pertama kepada beberapa demonstran." Tiga relawan lainnya yang berada di dekat Najjar juga terkena tembakan.

"Menembak personel medis adalah kejahatan perang di bawah Konvensi Jenewa," tegas PMRC.

"Kami menyerukan adanya respons internasional terhadap pelanggaran HAM oleh Israel di Gaza," tambahnya.

Baca: Relawan Medis Wanita Ditembak Mati Israel di Perbatasan Gaza

Prosesi Pemakaman

Kecaman juga datang dari organisasi Bulan Sabit Merah Turki atau Kizilay. "Kami mengutuk keras pembunuhan perawat Palestina Razan Najjar yang sedang bertugas di Jalur Gaza," tulis Kizilay di Twitter.

"Relawan dan staf medis bukan target," ungkapnya.

Ribuan orang menghadiri prosesi pemakaman Najjar di Jalur Gaza. Ayah Najjar memegangi seragam putih anaknya yang berlumuran darah. Sementara ribuan orang lainnya menyerukan aksi balas dendam terhadap Israel.

Beberapa jam setelah pemakaman, Israel melakukan serangan udara terhadap beberapa target di Jalur Gaza yang diklaim mereka sebagai posisi Hamas.

Israel mengaku hanya merespons serangan proyektil yang datang dari Jalur Gaza.

 


(WIL)