AS Pernah Pertimbangkan Larang Visa Mahasiswa Tiongkok

Arpan Rahman    •    Rabu, 03 Oct 2018 14:41 WIB
amerika serikatas-tiongkok
AS Pernah Pertimbangkan Larang Visa Mahasiswa Tiongkok
Universitas Harvard di AS. (Foto: AFP)

Washington: Amerika Serikat sempat mempertimbangkan menghentikan pemberian visa bagi mahasiswa asal Tiongkok pada awak tahun ini. Namun wacana tersebut ditangguhkan atas kekhawatiran dampak ekonomi dan diplomatik.

Saat pemerintah mendiskusikan cara mengantisipasi spionase Tiongkok, ajudan Gedung Putih Stephen Miller mendorong Presiden Donald Trump dan pejabat lainnya agar melarang warga Tiongkok belajar di AS. 

Miller selama ini memainkan peranan penting dalam mengembangkan kebijakan imigrasi di bawah Trump. Kabar disampaikan empat orang sumber yang mengetahui diskusi internal di Gedung Putih.

Perdebatan mengenai mahasiswa Tiongkok sempat memanas usai Gedung Putih merilis strategi keamanan nasional pada Desember lalu. Dalam perdebatan itu, Miller berpendapat rencana melarang visa mahasiswa Tiongkok dapat merugikan sejumlah universitas elite di AS. 

Sejumlah pejabat Kedutaan Besar AS di Beijing juga sepakat mengenai potensi kerugian. Mereka mengatakan banyak warga AS menikmati surplus dari perdagangan sektor jasa dengan Tiongkok, yang sebagian didapat dari pengeluaran mahasiswa Tiongkok di Negeri Paman Sam.

Dubes AS untuk Tiongkok juga menilai rencana Miller terlalu 'keras.'

"Melarang (kedatangan) siswa asing akan membuat kerusakan besar pada ekonomi AS," kata Edward Alden, ahli imigrasi di lembaga penelitian Council on Foreign Relations. 

"AS sudah sejak lama menarik minat banyak imigran berbakat di seluruh dunia, karena mereka ingin kuliah di universitas-universitas terbaik. Jika kita menutup saluran itu, AS akan menjadi lebih miskin dan lemah," sambung dia, seperti disitir dari Financial Times, Selasa 2 Oktober 2018.

Institut Edukasi Internasional (IIE) mencatat Tiongkok adalah sumber terbesar mahasiswa internasional di AS pada tahun akademik 2016-17. 

Lebih dari 350.000 warga negara Tiongkok terdaftar di perguruan tinggi dan universitas AS selama periode itu, dibandingkan dengan 186.000 dari India.


(WIL)