Kuba-Korut Bertemu, Tolak Sikap Sewenang-wenang AS

Sonya Michaella    •    Senin, 27 Nov 2017 11:37 WIB
kubarudal korut
Kuba-Korut Bertemu, Tolak Sikap Sewenang-wenang AS
Presiden Kuba Raul Castro. (Foto: AFP)

Havana: Presiden Kuba Raul Castro menerima kunjungan Menteri Luar Negeri Korea Utara (Korut) Ri Yong Ho di Kuba. Pertemuan ini pun menimbulkan spekulasi bahwa ada dukungan Kuba kepada Korut. 

"Dalam pertemuan ini, kedua belah pihak membicarakan persahabatan bersejarah antara kedua negara dan topik internasional yang menjadi kepentingan bersama," ucap seorang penyiar televisi negara Kuba dalam sebuah siaran.

Dikutip dari Newsweek, Senin 27 November 2017, Ri juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez. Kedua menlu ini 'mencela' langkah Amerika Serikat (AS) yang disebutnnya unilateral dan sewenang-wenang.

Kementerian Luar Negeri Kuba juga mengeluarkan pernyataan bahwa kedua menlu menyerukan 'penghormatan terhadap kedaulatan rakyat' dan 'penyelesaian sengketa secara damai'.

Kuba juga meminta AS untuk tidak mencampuri urusan Kim Jong-un, karena Havana dan Pyongyang tidak pernah mengurusi Washington.

Dari pernyataan yang dirilis Kuba ini, semakin memperkuat dugaan bahwa Kuba akan berada di belakang Korut untuk menghadapi Donald Trump.

"Kami sangat menolak daftar (negara sponsor terorisme), sebutan unilateral dan kesewenang-wenangan yang ditetapkan oleh pemerintah AS yang menjadi dasar penerapan tindakan pemaksaan yang bertentangan dengan hukum internasional," kata Rodriguez dalam sebuah pernyataan.

Belum lama ini, Trump menetapkan Korea Utara sebagai negara sponsor terorisme dan memasukkannya di dalam daftar hitam bersama Iran dan Suriah. Keputusan AS ini juga didukung oleh sekutunya yakni Jepang dan Korea Selatan. 


(WIL)