AS Tangkap Hampir 200 Warga Irak untuk Dideportasi

Willy Haryono    •    Kamis, 15 Jun 2017 16:00 WIB
pemerintahan as
AS Tangkap Hampir 200 Warga Irak untuk Dideportasi
Bendera Amerika Serikat. (Foto: Middle East Monitor)

Metrotvnews.com, Detroit: Otoritas keimigrasian Amerika Serikat telah menangkap dan segera mendeportasi 199 imigran asal Iraq, yang sebagian besar berasal dari area Detroit. 

Penangkapan dilakukan tiga pekan setelah Irak sepakat menerima para imigran, sebagai bagian dari perjanjian agar Presiden Donald Trump mencoret negara tersebut dari daftar larangan berkunjung.

Juru bicara Dinas Keimigrasian dan Bea Cukai AS (ICE), Gilliam Christensen, mengatakan 114 warga Irak ditangkap sepanjang akhir pekan di Detroit, dan 85 lainnya dari sejumlah kawasan lain. 

Seperti dikutip Middle East Monitor, Rabu 14 Juni 2017, sebagian besar yang ditangkap memiliki catatan kriminal, termasuk pembunuhan, perkosaan, penyerangan, penculikan, perampokan, penyelundupan narkotika, pelanggaran bersenjata dan kejahatan lainnya. 

Hingga 17 April 2017, terdapat 1.444 warga Irak yang masuk dalam daftar deportasi. Sejak perjanjian AS dengan Irak terkait deportasi pada 12 Maret, delapan warga Irak telah dipulangkan ke kampung halamannya.

Puluhan warga Irak dari komunitas Chaldean Catholic masuk dalam daftar deportasi. Beberapa dari mereka khawatir akan dibunuh jika dideportasi ke Irak. 

"Sangat mengkhawatirkan bahwa ICE ingin menyingkirkan Chaldean Christian ke Irak di mana keselamatan mereka tidak dapat dijamin. Mereka terancam menghadapi persekusi dan kematian atas agama mereka," ungkap Martin Manna, Presiden Yayasan Komunitas Chaldean.

Warga Irak dari etnis Kurdi juga ditangkap otoritas ICE di Nashville, Tennessee. Beberapa dari mereka sudah berada di AS sejak masih anak-anak, hingga sudah tidak bisa lagi berbahasa Arab.


(WIL)