Dituduh Korupsi, Mantan Gubernur Meksiko Ditahan di Guatemala

Arpan Rahman    •    Minggu, 16 Apr 2017 20:59 WIB
politik meksiko
Dituduh Korupsi, Mantan Gubernur Meksiko Ditahan di Guatemala
Javier Duarte. (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Panajachel: Mantan gubernur Meksiko yang jadi buronan telah ditangkap, Sabtu 15 April 2017 malam, di kota wisata Guatemala. 

Penangkapan mengakhiri perburuan selama enam bulan terhadap politikus yang dituduh melakukan korupsi di Negeri Sombrero yang dikenal dengan skandal korupsi.

Seperti disitat Guardian, Minggu 16 April 2017, Javier Duarte ditahan polisi nasional Guatemala di Panajachel, 140 kilomete dari Guatemala City. Aparat setempat bertindak atas surat perintah Interpol. Kementerian Luar Negeri Meksiko akan meminta ekstradisi Duarte.

Duarte sebelumnya memerintah negara bagian Veracruz pada periode 2010-2016. Ia mengundurkan diri beberapa bulan setelah melemahnya pemerintahan, tatkala berbagai tuduhan terhadap dirinya muncul -- dan setelah Partai Revolusioner Institusional (PRI) kehilangan kendali atas kantor gubernur untuk kali pertama.

Dia melarikan diri dengan helikopter pemerintah yang diduga dipinjamkan gubernur interim yang menggantikan dirinya Flavino Rios. Rios membantah membantu Duarte melarikan diri.

Presiden Enrique Pena Nieto sebelumnya memuji Duarte sebagai contoh dari "generasi baru" pemimpin di partai PRI, yang memerintah Meksiko tanpa gangguan hingga tahun 2000. Setelah itu, PRI sering diejek dengan gambar-gambar sekawanan dinosaurus.

Duarte adalah mantan gubernur kedua yang telah ditangkap atas tuduhan korupsi dalam waktu kurang dari sepekan. Tomas Yarrington, mantan gubernur negara bagian Tamaulipas di perbatasan Texas, ditangkap pada 9 April di Italia atas tuduhan meraup uang suap dari Kartel Gulf dan sindikat kriminal Meksiko, Los Zetas.

"Sistem semacam ini memberikan seseorang insentif untuk bertindak ilegal dan menghadiahkan banyak uang bagi orang-orang yang tetap berada dalam permainan tersebut," kata Gerardo Priego, mantan anggota Kongres dari Partai Aksi Nasional (PAN) berhaluan kanan. 

Mereka yang tertangkap, Priego menambahkan, seringkali adalah mereka yang melanggar aturan tidak tertulis atau menentang kepemimpinan partai, dan kemudian "digambarkan sebagai pencuri dan dijebloskan di penjara dan dipermalukan selama sisa hidup mereka."



(WIL)