Badai Matthew Terjang Karibia, Satu Orang Tewas

Willy Haryono    •    Selasa, 04 Oct 2016 10:37 WIB
topan badai
Badai Matthew Terjang Karibia, Satu Orang Tewas
Seorang nelayan berada di pantai Kaira, Haiti, di tengah imbas buruk Badai Matthew, 3 Oktober 2016. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)

Metrotvnews.com, Port-au-Prince: Badai Matthew menelan korban pertamanya usai melanda sejumlah negara di Kepulauan Karibia. Badai ini disebut-sebut sebagai yang terkuat sejak hampir satu dekade terakhir. 

Menurut laporan Badan Perlindungan Warga Sipil Haiti, Senin (3/10/2016), seorang nelayan tewas tenggelam akibat imbas Matthew, dan satu lainnya masih dinyatakan hilang di pesisir selatan. 

Pada pukul 21.00 tadi malam waktu Haiti, mata badai telah berada sekitar 360 kilometer dari Port-au-Prince, dengan kecepatan maksimal putaran angin mencapai 225 kilometer per jam. 

Imbas buruk Matthew juga melanda beberapa area di Jamaika, seiring semakin mendekatnya Matthew yang diklasifikasikan masuk dalam badai kategori 4. Level maksimal kekuatan badai adalah 5. 

Kuba memerintahkan evakuasi terhadap lebih dari 250 ribu orang di wilayah timur. "Tidak ada yang mau meninggalkan rumah, tapi ketinggian air laut akan meningkat dan itu berbahaya," kata Pedro Gonzales, seorang pensiunan yang meninggalkan tempat tinggalnya di kota Santiago, seperti dikutip AFP.

Adik perempuannya, Ana, ikut mengungsi bersama ibunya yang berusia 100 tahun. "Saya tidak akan tinggal (saat badai datang)," tutur Ana, yang mengenang kembali kengerian akibat Badai Sandy pada 2012. Dalam musibah itu, sebelas warga Kuba meninggal dunia. 

Otoritas Kuba hanya mengimbau evakuasi kepada warganya, tidak mewajibkan. Terdapat sejumlah warga yang memilih tinggal untuk mencegah aksi penjarahan. 

Pusat Badai Nasional Amerika Serikat (NHC) memprediksi Matthew dapat melanda pesisir timur Negeri Paman Sam pada pertengahan pekan ini. Negara bagian Florida dan beberapa titik di North Carolina telah mendeklarasikan status darurat.


(WIL)