Partai Demokrat Gugat Rusia dan Tim Kampanye Trump

Willy Haryono    •    Sabtu, 21 Apr 2018 14:48 WIB
pemilu as
Partai Demokrat Gugat Rusia dan Tim Kampanye Trump
Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)

Washington: Partai Demokrat di Amerika Serikat menggugat Rusia, tim kampanye Donald Trump dan Wikileaks atas tuduhan mengganggu jalannya pemilihan umum presiden 2016. 

Dalam sejumlah dokumen yang dilayangkan Demokrat ke pengadilan, disebutkan bahwa tim kampanye Trump "dengan senang hati menerima bantuan Rusia untuk memenangkan pemilu."

Presiden Donald Trump telah berulang kali membantah berkolusi dengan Rusia. Ia menyebut investigasi dugaan intervensi Rusia ini, yang sedang dijalankan pengacara khusus Robert Mueller, sebagai "perburuan liar."

Beberapa elemen dari komunitas intelijen AS telah menyimpulkan bahwa Moskow memang berusaha mengintervensi pemilu agar Trump bisa mengalahkan Hillary Clinton, capres Demokrat. 

Pada Mei 2016, beberapa laporan muncul mengenai adanya peretas yang menyerang Partai Demokrat. Dua bulan berikutnya, komunitas intelijen AS melacak asal muasal serangan itu, dan ternyata dilakukan sekelompok warga Rusia.

Juli 2016, di penghujung Konvensi Partai Demokrat, Wikileaks merilis 20 ribu surat elektronik pribadi Clinton yang telah dicuri peretas. 

Sejumlah petinggi agensi intelijen AS meyakini "dengan pasti: bahwa Rusia berada di balik semua operasi tersebut. Namun tim kampanye Trump secara publik menolak menerima temuan tersebut.


(WIL)