Daftar Serangan Teror di AS sebelum Penembakan Texas

Arpan Rahman    •    Senin, 06 Nov 2017 14:52 WIB
penembakan as
Daftar Serangan Teror di AS sebelum Penembakan Texas
Lokasi penembakan massal di Gereja First Baptist di Sutherland Spring, sebuah kota kecil di wilayah Wilson. (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Texas: Salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat, setidaknya 26 orang tewas dan 20 lainnya luka-luka setelah seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke dalam sebuah gereja di Texas Selatan, Minggu 5 November 2017.

Penyerang berpakaian hitam dan memakai perlengkapan taktis dan juga mengenakan rompi balistik. Dia memasuki gereja dan mulai menembak orang-orang dengan senapan tipe ARG. 

Dia diadang oleh seorang penduduk lokal bersenjata yang mengejarnya. Tersangka ditemukan tewas di kendaraannya di dekat perbatasan antara Wilson dan Guadalupe. Beberapa senjata ditemukan dari mobilnya. Sementara pihak berwenang belum mengidentifikasi penyerang tersebut, dua petugas penegak hukum, yang berbicara secara anonim, mengidentifikasi pelaku sebagai Devin Kelly.

Presiden Donald Trump, yang dalam perjalanan resmi ke Jepang, menyebut penembakan itu sebagai "kejahatan mengerikan" dan mencela kekerasan di "tempat suci." Dia meminta warga AS untuk tetap bersatu.

Baca: Trump Sebut Penembakan di Texas Kejahatan Mengerikan

Berikut beberapa serangan mengerikan lainnya di AS sebelum Texas, seperti dilansir Indian Express, Senin 6 November 2017: 

1 Agustus 1966: Charles Whitman, seorang penembak jitu Angkatan Darat AS, melepaskan tembakan dari puncak dek observasi menara Gedung Utama di University of Texas di Austin. Serangan tersebut menewaskan 16 orang. Dia kemudian ditembak mati polisi.

1978-1995: Theodore John Kaczynski alias "The Unabomber" menyebarkan teror ke seluruh AS dengan 'serangan bom email'. Dia membunuh tiga orang dan melukai 25 lainnya. Agen FBI menangkap Kaczynski pada 1996, dan dua tahun kemudian dia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sebelum identitasnya diketahui, FBI menggunakan judul "UNABOM" (University & Airline BOMber) untuk merujuk pada kejahatannya. Sejumlah media menjulukinya sebagai Unabomber. Dia didakwa melakukan setidaknya 16 serangan bom email selama tujuh belas tahun.

18 Juli 1984: Dalam sebuah penembakan massal yang terjadi di restoran McDonald di San Ysidro, James Huberty, 41, menembak mati 21 orang termasuk anak-anak. Penyerang tersebut dibunuh leh sniper tim SWAT.

20 Agustus 1986: Seorang pria bernama Patrick Henry Sherrill membunuh 14 orang di Edmund, Oklahoma, dan kemudian bunuh diri. Sherrill berprofesi sebagai pengantar surat paruh waktu dan korbannya adalah para pekerja pos.

16 Oktober 1991: George Hennard mengemudikan truk pikap-nya menabrak jendela depan Kantin Luby di Killeen, Texas, dan membunuh 23 orang. Dia menolak untuk menyerah dan bunuh diri secara fatal.

26 Februari 1993: Sebuah bom truk diledakkan di bawah gedung 2 World Trade Center New York City dan garasi parkir umum bertingkat Vista International Hotel di bawah tanah. Serangan tersebut menewaskan enam orang dan banyak korban terluka.

19 April 1995: 168 orang tewas dan lebih dari 600 lainnya cedera dalam sebuah ledakan bom di Gedung Federal Alfred P Murrah, Oklahoma City. Penyerang ditangkap dua tahun kemudian dan dieksekusi.


Petugas menggiring The Unabomber. (Foto: AFP)

27 Juli 1996: Sebuah ledakan bom di Centennial Olympic Park di kota Atlanta, Georgia, menyebabkan total 111 orang terluka. Satu orang dilaporkan terbunuh dan satu lagi meninggal karena serangan jantung.

11 September 2001: Dalam apa yang dikatakan sebagai serangan paling mengerikan dalam sejarah AS, teroris Al-Qaeda membajak beberapa pesawat terbang dan menabrakkannya ke menara kembar World Trade Center, Pentagon, dan di Pennsylvania.

Sebanyak 2.977 orang tewas dan lebih dari 6.000 lainnya cedera. Serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan bernilai lebih dari USD10 miliar.

16 April 2007: Seung Hui Cho, mahasiswa berusia 23 tahun, bersenjata dua pistol semi-otomatis, menewaskan 32 orang dan melukai 17 lainnya di Virginia Tech University di Blacksburg, Virginia.

5 November 2009: Dalam insiden penembakan massal di pusat prosesing militer di Fort Hood, Texas, Mayor Nidal Hassan membunuh 13 orang. Dia tidak dituduh melakukan terorisme, namun dihukum karena 13 tuduhan pembunuhan dan 32 percobaan pembunuhan.

20 Juli 2012: Sebuah insiden penembakan massal terjadi di sebuah bioskop di Aurora, Colorado. Penyerang tersebut, diidentifikasi sebagai James Holmes, membunuh 12 orang dan dihukum karena pembunuhan tingkat pertama.

14 Desember 2012: Adam Lanza menembaki 20 siswa kelas satu dan enam orang dewasa di Sandy Hook Elementary School di Newton, Connecticut. Penyerang kemudian bunuh diri.

15 April 2013: Dalam sebuah ledakan bom kembar di Marathon Boston, tiga orang terbunuh dan 264 terluka. Penyerang yang diidentifikasi sebagai Dzhokhar Tsarnaev dikenai hukuman mati.


Dzhokhar Tsarnaev. (Foto: AFP)

18 Juni 2015: Sembilan orang terbunuh dan satu terluka saat Esteruel Afrika Methodist Episcopal Church di Charleston, South Carolina, diserang. Dylann Roof yang ditangkap sehari kemudian sehubungan dengan penembakan tersebut mengaku bahwa niatnya hendak memulai bentrokan rasial.

16 Juli 2015: Insiden penembakan massal di pusat perekrutan militer dan fasilitas cadangan Angkatan Laut di Chattanooga, Tennessee. Pria di balik serangan tersebut -- Abdulazeez -- disalahkan oleh Direktur FBI James Comey karena termotivasi oleh propaganda teroris asing.

1 Oktober 2015: Seorang anggota fakultas Komunitas Umpqua College di Oregano dan delapan siswa tewas setelah seorang pemuda berusia 26 tahun melepaskan tembakan. Pelaku kemudian bunuh diri.

2 Desember 2015: Sepasang suami-istri menembaki orang-orang yang menghadiri sebuah pesta di Inland Regional Center di California, San Bernardino. Penyerang diidentifikasi sebagai Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik.

12 Juni 2016: Dalam sebuah penembakan di Orlando, Omar Matten membunuh 49 orang sesudah dia menembaki sebuah klub malam gay. Penyerang tersebut mengikat janji dengan Islamic State (ISIS).

1 Oktober 2017: Dalam apa yang bisa disebut sebagai insiden penembakan massal yang paling mengerikan yang tercatat di AS, seorang penyerang bersenjata melepaskan tembakan ke luar Mandalay Bay Resort di Las Vegas, sehingga menyebabkan 58 orang tewas dan sejumlah lainnya terluka.

Penyerang itu diidentifikasi sebagai Stephen Paddock. ISIS mengatakan bahwa Paddock adalah "tentara mereka" dan mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.


Stephen Paddock. (Foto: Courtesy of Eric Paddock)

 


(WIL)