Nuklir Korut Dapat Bunuh 2,1 Juta Orang di Jepang dan Korsel

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 06 Oct 2017 12:39 WIB
rudal korut
Nuklir Korut Dapat Bunuh 2,1 Juta Orang di Jepang dan Korsel
Pemimpin Korut Kim Jong-un mengunjungi sebuah sawah di lokasi yang tak disebutkan di Korut, 29 September 2017. (Foto: KNS/KCNA)

Metrotvnews.com, California: Nuklir Korea Utara (Korut) dapat membunuh 2,1 juta jiwa di Jepang dan Korea Selatan (Korsel). Angka ini diestimasikan oleh 38 North, sebuah situs yang didedikasikan menganalisis segala kejadian terkait Korut.

38 North mengasumsikan Korut memiliki 25 senjata nuklir. Sistem pertahanan anti-misil (THAAD) di Korsel disebut-sebut menjadi sasaran nuklir dari Pyongyang.

Tak hanya itu, dikutip Sputnik, Jumat 6 Oktober 2017, fitur pertahanan rudal di Jepang juga merupakan target Korut. Selama ini, tulis situs tersebut, Tokyo belum memiliki sistem pertahanan rudal darat berbasis Aegis Ashore.

Meski demikian, Negeri Sakura tengah dalam proses mengakuisisi satu sistem pertahanan itu. Produk Lockheed Martin yang merupakan versi dari Aegis Combat System sudah dilirik Jepang.

"Produk ini memiliki sejumlah radar berteknologi tinggi, sistem pengendali tembakan , komputer dan rudal," ujar perusahaan Lockheed Martin.

Hal serupa juga diucapkan Seigfried Hecker dari Universitas Stanford, yang memperkirakan persediaan hulu ledak nuklir Korut berada di sekitar angka 25. Hecker juga memproyeksikan Pyongyang memiliki enam hingga tujuh senjata nuklir per tahunnya.

Belum lama ini, Korut memberi peringatan kepada Jepang jika mereka Tokyo terus-terusan menekan pemimpin tertinggi Kim Jong-un. Menurut Pyongyang, Jepang melakukan tindakan bunuh diri karena terus mendorong Kim menghapus sistem nuklir negara.

Mereka mengancam akan membawa 'awan nuklir' ke Negeri Sakura. Pernyataan ini dikeluarkan usai Kantor Berita Korut (KCNA) menuduh Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menekan Pyongyang hanya demi keuntungan politik.

Ketegangan antara Korut dan Jepang muncul usai Pyongyang dua kali berturut-turut melakukan uji coba rudal yang berhasil melewati ruang udara Negeri Sakura. Usai insiden itu, PM Abe, di hadapan Sidang Umum PBB, meminta semua anggota mengintensifkan tekanan ke Korut.




(WIL)