AS dan Korut Sepakati Kota KTT II Trump-Kim

Willy Haryono    •    Sabtu, 09 Feb 2019 11:20 WIB
amerika serikatdonald trumpAmerika Serikat-Korea Utara
AS dan Korut Sepakati Kota KTT II Trump-Kim
Stephen Biegun (kiri) bersama Menlu Korsel Kang Kyung-wha. (Foto: AFP)

Washington: Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Korea Utara telah pulang dari Pyongyang, di mana dirinya sudah membicarakan berbagai macam hal terkait persiapan Konferensi Tingkat Tinggi kali kedua antara Donald Trump dan Kim Jong-un.

Stephen Biegun telah berdiskusi di Korut selama tiga hari. Presiden Trump menyebut utusannya itu telah menggelar "pertemuan produktif" di Pyongyang.

"Perwakilan saya baru saja meninggalkan Korea Utara usai menggelar pertemuan yang sangat produktif. Kami telah menyepakati tempat dan tanggal KTT II dengan Kim Jong-un. Acara akan digelar di Hanoi, Vietnam, pada 27 dan 28 Februari," tulis Trump di Twitter, seperti dikutip dari laman BBC, Sabtu 9 Februari 2019.

"Saya ingin bertemu lagi dengan Ketua Kim dan mendorong upaya menuju perdamaian," lanjutnya.

Di Pyongyang, Biegun telah bertemu utusan Korut untuk AS Kim Hyok-chol. "Mereka berdua mendiskusikan komitmen Presiden Trump dan Ketua Kim untuk mencapai denuklirisasi menyeluruh," sebut Kemenlu AS.

Kedua utusan akan bertemu lagi sebelum KTT II digelar di Vietnam akhir bulan ini. Usai bertolak dari Korut, Biegun tak langsung pulang ke AS, melainkan ke Korea Selatan. Di sana, ia bertemu Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha.

"Saya yakin jika kedua kubu berkomitmen, kita dapat membuat kemajuan nyata," tutur Biegun, merujuk pada AS dan Korut.

"Masih banyak pekerjaan lain yang harus dilakukan terkait DPRK," tambah dia, merujuk pada akronim dari nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

Selain soal KTT II, Trump menuliskan juga mengenai Kim lewat serangkaian tulisan di Twitter. Menurutnya, Korut di bawah Kim akan berkembang menjadi negara besar.

"Korut akan menjadi negara besar. Beberapa negara mungkin terkejut, tapi saya tidak, karena saya mengenal Kim dengan baik," ungkap Trump.

Sementara itu, tim panel ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan laporan yang mengindikasikan Korut masih merakit dan menyimpan nuklir dan misil balistik. Dalam laporan itu disebutkan Korut merakit sejumlah misil balistik di bandara sipil agar terhindar dari sanksi ekonomi.


(WIL)