AS Siap jika Indonesia Butuh Bantuan untuk Lombok

Sonya Michaella    •    Jumat, 10 Aug 2018 10:34 WIB
Gempa Lombok
AS Siap jika Indonesia Butuh Bantuan untuk Lombok
Dubes AS untuk Indonesia Joseph Donovan (kanan) (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Mewakili pemerintahnya, Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia mengucapkan duka cita mendalam untuk korban dan keluarga korban gempa Lombok.
 
“Saya mengucapkan duka cita dan simpati mendalam bagi korban gempa Lombok. AS akan siap jika Indonesia butuh bantuan,” kata Dubes Donovan, di Markas Latihan Koarmada, Jakarta, Jumat 10 Agustus 2018.
 
Saat ini, sejumlah negara telah menyampaikan duka cita untuk Indonesia terkait terjadinya gempa Lombok, antara lain Tiongkok, Korea Selatan, Malaysia, Singapura dan masih banyak lagi.
 
Lombok diguncang gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) pada Minggu 5 Agustus 2018. Gempa pun terasa hingga Bali. Setelah itu, sejumlah gempa susulan pun masih terjadi.
 
Dari data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jumlah korban tewas akibat lindu mencapai 259 orang. Jumlah tersebut terbesar di sejumlah wilayah, dengan rincian 212 orang di Lombok Utara, 26 orang di Lombok Barat, 11 orang di Lombok Timur. Kemudian enam orang di Mataram, dua orang di Lombok Tengah dan dua orang di Denpasar.
 
Jumlah korban meninggal dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat tim SAR masih menemukan korban di reruntuhan bangunan dan masih diidentifikasi. Diduga korban masih di bawah reruntuhan bangunan yang belum dievakuasi.
 
Selain itu, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, adanya laporan dari aparat daerah yang menyebutkan ada korban meninggal yang sudah dimakamkan tetapi belum didata.
 
Korban luka berat tercatat mencapai 1.033 orang dan jumlah pengungsi sebanyak 270.168 jiwa yang tersebar di berbagai tempat. Adapun kerusakan fisik meliputi 67.857 unit rumah rusak, 468 sekolah rusak, enam jembatan rusak, tiga rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak dan 50 unit musala rusak serta 20 unit perkantoran yang juga mengalami kerusakan.


(FJR)