Menlu AS Tegaskan Sanksi Korut Dicabut Usai Denuklirisasi

Fajar Nugraha    •    Kamis, 14 Jun 2018 11:12 WIB
kim jong-undonald trumpAmerika Serikat-Korea Utara
Menlu AS Tegaskan Sanksi Korut Dicabut Usai Denuklirisasi
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo tegaskan kembali tentang status sanksi Korea Utara (Foto: AFP).

Washington: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa sanksi terhadap Korea Utara (Korut) akan dicabut juga denuklirisasi rampung.
 
Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengulangi kesalahan dengan mencabut sanksi terhadap Korea Utara sebelum denuklirisasi lengkap.

Baca juga: Dokumen Tanda Berakhirnya Pertemuan Trump-Kim Jong-un.

Menurut mantan Direktur CIA itu, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang berkomitmen untuk menyelesaikan denuklirisasi lengkap dari Semenanjung Korea.
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-hwa menyuarakan negaranya masih membutuhkan pasukan AS di wilayahnya. Kyung-hwa mengatakan bahwa kehadiran militer AS di semenanjung Korea akan tetap menjadi penangkal utama meskipun ada perubahan dari ketegangan dalam hubungan AS-Korea Utara.
 
"Menlu Pompeo dan saya menegaskan kembali bahwa aliansi Korsel-AS kuat seperti biasa, bahwa pasukan AS di Korea telah dan akan terus memainkan peran penting untuk pencegahan dan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea," Kang Kyung-hwa mengatakan setelah pertemuan menteri luar negeri AS-Korea Selatan-Jepang di Seoul, seperti dikutip Sputnik, Kamis 14 Juni 2018.
 
Sebelumnya, Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA) telah melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada pemimpin Korea Utara Kim Jong-un,-selama pertemuan bersejarah antara kedua pemimpin,- tentang niat Washington untuk mencabut sanksi terhadap Pyongyang di tengah peningkatan lebih lanjut hubungan antara kedua negara.

Baca juga: Korut Komitmen Selesaikan Denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Pemimpin Korea Utara mengatakan bahwa untuk mencapai denuklirisasi Semenanjung Korea, Amerika Serikat dan Korea Utara harus menahan diri dari konfrontasi dan mengambil langkah-langkah untuk menjamin stabilitas.
 
Pada Selasa 12 Juni 2018, Trump mengadakan pertemuan bersejarah dengan Kim di Singapura. KTT menghasilkan dokumen akhir, yang termasuk perjanjian untuk membangun hubungan bilateral baru, serta keputusan untuk menjaga upaya untuk "membangun perdamaian yang abadi dan stabil di Semenanjung Korea."
 
Sedangkan Pyongyang menegaskan kembali komitmennya terhadap denuklirisasi Semenanjung Korea. Sementara Amerika Serikat berjanji untuk memberikan jaminan keamanan.


(FJR)