Penembakan di Charlotte dan Tulsa Picu Demo Menentang Polisi

Arpan Rahman    •    Rabu, 21 Sep 2016 17:22 WIB
penembakan as
Penembakan di Charlotte dan Tulsa Picu Demo Menentang Polisi
Kepolisian Charlotte berada di sebuah lokasi penembakan di Northlake Mall, Charlotte, AS, 24 Desember 2015. (Foto: The Charlotte Observer)

Metrotvnews.com, Charlotte: Polisi kulit hitam menembak seorang pria kulit hitam bersenjata di sebuah kompleks apartemen di Charlotte, North Carolina, Selasa 20 September. Insiden itu memicu kemarahan yang dilampiaskan lewat unjuk rasa di jalanan hingga larut malam.

Cuitan dari Departemen Kepolisian Charlotte-Mecklenburg menyatakan, demonstran menghancurkan kendaraan dinas polisi. Aksi kekerasan tersebut melukai sekitar 12 petugas, satu di antaranya dipukul wajahnya dengan batu. 

Liputan televisi lokal menayangkan gambar polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan. Protes ini muncul hanya beberapa jam setelah demo lain di Tulsa, Oklahoma, menyusul penembakan atas pria kulit hitam tidak bersenjata oleh polisi.

"Polisi dari Charlotte mendatangi kompleks apartemen Charlotte sekitar pukul 16:00 untuk mencari tersangka dengan membawa surat perintah. Ketika itu, petugas bertemu seorang lelaki dalam mobil, yang ternyata bukan tersangka," kata juru bicara kepolisian Keith Trietley, seperti dilaporkan Associated Press dan dikutip Daily Mail, Rabu (21/9/2016).  

"Petugas melihat orang itu keluar dari mobil memegang pistol dan kemudian masuk kembali. Ketika petugas mendekat, orang itu keluar dari mobil dengan pistolnya lagi. Saat itu petugas menganggap pria itu ancaman dan akhirnya sekali menembakkan senjata," tambah Trietley.

Pria, yang diidentifikasi sebagai Keith Lamont Scott, 43 tahun, dilarikan ke Carolina Medical Center dan dinyatakan meninggal setelah sempat dirawat.

Petugas bernama Brentley Vinson, yang menembak Scott, telah dibebastugaskan, yang merupakan prosedur standar dalam kasus semacam itu. Vinson telah berdinas di kepolisian selama dua tahun.

Sementara itu, di Tulsa, ratusan orang berunjuk rasa di luar markas polisi setempat. Mereka menyerukan pemecatan Betty Shelby. Polisi itu menembak Terence Crutcher, 40 tahun, Jumat 16 September, gara-gara perselisihan di tengah jalan. Gambar kejadian itu tertangkap kamera mobil polisi dan juga dari sebuah helikopter.

Pengacara Shelby menyatakan, Crutcher tidak mematuhi perintah petugas dan Shelby khawatir lantaran Crutcher terus merogoh kantong di pakaiannya, seolah-olah membawa senjata. Seorang pengacara mewakili keluarga Crutcher mengatakan, Crutcher tidak melakukan kejahatan dan petugas tidak seharusnya melepaskan tembakan.

Pengusutan di level otoritas lokal dan federal atas penembakan itu hingga kini masih berlangsung.


(WIL)

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

Hillary Clinton Janjikan Biaya Kuliah Gratis

14 hours Ago

Dalam kampanyenya bersama Bernie Sanders, Calon Presiden Amerika Serikat Hillary Clinton menyatakan…

BERITA LAINNYA