AS Puji Komitmen Myanmar Buka Bantuan Kemanusiaan Pengungsi Rakhine

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 13 Sep 2017 15:33 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
AS Puji Komitmen Myanmar Buka Bantuan Kemanusiaan Pengungsi Rakhine
Pengungsi dari wilayah Rakhine berupaya menyeberang ke Bangladesh (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Amerika Serikat (AS) menyambut baik komitmen Pemerintah Myanmar untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai ke para korban kekerasan di Rakhine. Mereka juga mendesak Pemerintah Myanmar untuk mengizinkan akses kepada media ke wilayah yang terkena dampak kekerasan.
 
"Kami menyambut baik komitmen pemerintah Myanmar untuk memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada para korban sesegera mungkin," demikian pernyataan Gedung Putih yang , yang diterima Metrotvnews.com, Rabu 13 September 2017.
 
Lewat pernyataan tertulis Gedung Putih yang disebar Kedutaan Besar AS di Indonesia, AS mengaku sangat terusik oleh krisis yang tengah berlangsung di utara negara bagian Rakhine, Myanmar. Krisis kemanusiaan tersebut mengakibatkan 300 ribu orang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.
 
 
Kekerasan kembali pecah di Rakhine usai sekelompok orang dari Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA) melakukan serangan terhadap sejumlah pos keamanan polisi Myanmar pada 25 Agustus 2017.
 
"Kami sekali lagi mengecam serangan-serangan tersebut dan tindak kekerasan yang terjadi setelahnya," ujar Gedung Putih.
 
Peristiwa ini, menurut AS, mengakibatkan penelantaran dan memakan korban, termasuk sejumlah besar komunitas etnis Rohingya dan minoritas lainnya. Menurut Negeri Paman Sam, insiden ini menunjukkan pasukan keamanan Myanmar tidak melindungi warga sipil.
 
"Kami merasa khawatir akan dugaan pelanggaran hak asasi manusia, termasuk pembunuhan di luar hukum, pembakaran desa, pembantauan, dan pemerkosaan baik oleh aparat keamanan maupun oleh warga sipil yang bertindak dengan persetujuan aparat keamanan," seru Gedung Putih.
 
Dalam pernyataan tersebut dituliskan bahwa AS telah mengimbau pihak keamanan Myanmar untuk menghormati aturan hukum, menghentikan kekerasan dan mengakhiri penelantaran warga sipil di masyarakat.
 
Mereka juga mendesak pasukan keamanan Myanmar bekerja sama dengan pemerintah terpilih melaksanakan rekomendasi yang diajukan oleh Komisi Rakhine.
 
Bantuan Indonesia
 
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi datang ke Myanmar pekan lalu dan berbicara dengan State Counsellor Aung San Suu Kyi. Dalam pembicaraan itu, Menlu Retno mengusulkan formula 4+1 untuk membantu Myanmar mengatasi krisis di Rakhine.
 
Karena usulan tersebut, pemerintah Myanmar membuka akses bantuan kemanusiaan dari masyarakat internasional. Bekerja sama dengan Palang Merah Internasional (ICRC), pemerintah Myanmar akan menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Rakhine.
 
Meski demikian, mekanisme penyaluran tersebut masih dibahas. (Baca: Bantuan Indonesia Diperkirakan Tiba di Bangladesh Besok).
 
Indonesia sendiri, diantar langsung Presiden Joko Widodo mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Bangladesh. Diketahui pengungsi dari Rakhine menyeberang ke Bangladesh untuk mencari perlindungan.
 
Sebanyak empat pesawat Hercules yang berisi makanan, selimut, tenda, obat-obatan dan peralatan mandi dikirimkan tadi pagi oleh Presiden Jokowi didampingi Menlu Retno.

 

 
(FJR)