AS Harus Penuhi Permintaan Korut Sebelum Mulai Denuklirisasi

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 07 Mar 2018 14:43 WIB
amerika serikatkorea utara
AS Harus Penuhi Permintaan Korut Sebelum Mulai Denuklirisasi
Kim Jong-un saat bertemu dengan utusan khusus Presiden Korsel di Pyongyang (Foto: AFP).

Washington: Korea Utara (Korut) melunak dengan menyatakan siap berdialog dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan pemimpin delegasi Korea Selatan (Korsel) Chung Eui Yong.
 
Pemimpin Korut Kim Jong-un mengatakan bersedia melakukan denuklirisasi karena merupakan permintaan terakhir sang ayah, Kim Jong-il. Meski demikian, ada syarat yang diajukan sebelum menyerahkan program nuklir mereka.
 
"Korut akan melakukan denuklirisasi jika ancaman militer terhadap mereka dihilangkan dan keselamatan mereka dijamin," kata Chung, seperti dilaporkan CNBC News, Rabu 7 Maret 2018.
 
Direktur Institut Ekonomi Korea di AS Kyle Ferrier berpendapat, secara spesifik Korut meminta AS menarik seluruh pasukan mereka di Korsel. Menurutnya, permintaan tersebut bakal sulit dipenuhi pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
 
"Dari yang saya perhatikan, Kim Jong-un nampak berusaha memakan kuenya sendirian," terang Ferrier.
 
Sementara Analis Senior Asia dari lembaga Verisk Maplecroft Miha Hribernik menuturkan pernyataan Kim Jong-un adalah serangan halus Korut. Niat baiknya tersebut dilakukan untuk mencegah sanksi ekonomi menekan Pyongyang semakin kuat.
 
"Perekonomian Korut benar-benar terpukul dan Kim Jong-un berusaha menggunakan segala kartu terbaik yang dia punya untuk keluar dari sana," imbuhnya.
 
Hribernik memperingatkan, segala dialog yang coba dibangun Korsel dan Korut bisa runtuh sewaktu-waktu jika Korut tidak mendapatkan konsesi yang mereka butuhkan.


(FJR)


Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

3 hours Ago

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendukung proposal Gedung…

BERITA LAINNYA