AS Pastikan kepada PBB akan Keluar dari Kesepakatan Iklim Paris

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 05 Aug 2017 09:58 WIB
perubahan iklimpemerintahan as
AS Pastikan kepada PBB akan Keluar dari Kesepakatan Iklim Paris
Menlu AS Rex Tillerson akan beritahu sikap AS terhadap kesepakatan iklim kepada PBB (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, New York: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sudah sejak lama tidak sejalan dengan kesepakatan iklim Paris. Pemerintahannya pun menyatakan mundur dari kesepakatan itu.

Amerika Serikat secara resmi telah memberitahu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa negara itu akan keluar dari kesepakatan iklim Paris, tetapi akan tetap membuka kemungkinan untuk kembali terlibat dalam kesepakatan tersebut kalau persyaratannya menjadi lebih menguntungkan.
 
Kementerian Luar Negeri Amerika mengatakan pada Jumat 4 Agustus mereka akan terus ikut dalam perundingan perubahan iklim internasional selama proses penarikan diri yang akan berlangsung paling sedikit tiga tahun.
 
Dalam suatu pernyataan, partisipasi Amerika dalam perundingan akan melindungi kepentingan Amerika dan memastikan semua opsi kebijakan masa depan tetap terbuka untuk pemerintah Amerika.
 
"Amerika Serikat mendukung pendekatan yang berimbang terhadap kebijakan iklim untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sementara mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjamin keamanan energi," pernyataan Kemenlu AS, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Sabtu 5 Agustus 2017. 
 
Presiden Donald Trump dikatakan oleh Kemenlu AS akan "terbuka untuk terlibat kembali dalam Perjanjian Paris jika ada persyaratan yang lebih menguntungkan bagi bisnis, pekerja, rakyat, dan pembayar pajaknya."
 
Trump mengumumkan keputusannya untuk menarik diri dari kesepakatan iklim pada bulan Juni, dengan mengatakan bahwa kesepakatan tersebut "sangat tidak adil bagi rakyat Amerika." Dia berpendapat kesepakatan itu akan merugikan Amerika triliunan dolar, dan merugikan bisnis dan bidang pekerjaan Amerika di sektor energi dan perpabrikan.
 
Kabar keputusan tersebut disambut dengan protes keras dari komunitas lingkungan, dan walikota-walikota beberapa kota terbesar di Amerika berjanji akan tetap menjalankan kesepakatan tersebut, tidak peduli apa yang dilakukan Pemerintahan Trump.
 
Amerika Serikat menyetujui kesepakatan iklim 2015 di bawah Presiden Barack Obama. Berdasarkan kesepakatan tersebut, Amerika berjanji akan mengurangi emisi gas rumah kaca 26 sampai 28 persen di bawah tingkat tahun 2005 menjelang tahun 2025.

 

 
(FJR)