Penyelidik AS Usut Hubungan Tiga Serangan di Akhir Pekan

Arpan Rahman    •    Senin, 19 Sep 2016 20:58 WIB
ledakan new york
Penyelidik AS Usut Hubungan Tiga Serangan di Akhir Pekan
Lokasi ledakan yang terjadi di New York akhir pekan lalu (Foto: Reuters)

Metrotvnews, New York: Penyelidik federal berusaha memastikan hubungan antara tiga serangan di seluruh Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini. Ketiganya meliputi pemboman di New York dan New Jersey, serta insiden penikaman di pusat perbelanjaan Minnesota.
 
Kendati para pejabat menjelaskan ketiga serangan itu merupakan aksi kriminal yang disengaja dan menyelidikinya sebagai potensi "tindakan terorisme". Belum ditemukan ciri-ciri motivasi di balik serangan itu sampai lebih banyak bukti dikumpulkan.
 
Bom meledak di kawasan Chelsea, New York, pada Sabtu malam, melukai 29 orang. Bunyi ledakan memekakkan telinga hingga beberapa blok dari distrik perbelanjaan populer, Manhattan. Di waktu hampir bersamaan, sembilan orang ditusuk di St. Cloud, Minnesota, 2.100 km dari lokasi ledakan.
 
Belum ada kelompok militan internasional yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di New York. Juga tidak ada yang mengklaim bom kedua dalam panci masak-bertekanan tinggi (pressure-cooker), yang ditemukan empat blok dari sumber ledakan pertama. 
 
Sementara bom dengan perangkat serupa meledak sebelumnya sepanjang rute dari lomba lari pada Sabtu 17 September di pinggiran kota New Jersey. Tapi Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan aksi ledakan bom di kawasan yang ramai di Manhattan,  "jelas aksi terorisme." 


Lokasi ledakan yang terjadi di New York (Foto: Reuters)
 
Tidak ada tersangka yang segera diidentifikasi dalam serangan di New York dan New Jersey. Tapi CNN melaporkan pada Minggu malam, polisi telah mengamati video pengawas menunjukkan seorang pria tidak dikenal meninggalkan kedua alat peledak pada Sabtu.
 
Kelompok militan Islamic State (ISIS) segera mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Minnesota oleh seorang pria. Sebelum diserang secara individu, satu-dua calon korban sempat ditanya apakah dia Muslim. Seorang polisi yang sedang tidak bertugas juga ditembak pelaku.
 
Polisi tidak segera mengidentifikasi penyerang di Minnesota, mengutip investigasi yang sedang berlangsung. Sementara beberapa laporan media lokal menyebut namanya dan menyatakan identitasnya mahasiswa kelahiran Afrika. Reuters pada Minggu 18 September tidak bisa cepat mengonfirmasikan identitasnya.
 
Tidak ada hubungan langsung antara serangan Minnesota dan pemboman di New York dan New Jersey, yang terjadi sebelum Sidang Umum PBB dibuka Selasa. Beberapa dari 135 kepala pemerintah diharapkan hadir di acara tersebut. Para pejabat kota New York menyatakan dukungan pasukan keamanan sudah siap siaga dengan kekuatan 1.000 polisi berseragam dan anggota Garda Nasional.
 
Peledak 'Belum Matang'
 
Pakar Biro Investigasi Federal (FBI) sedang memeriksa sisa-sisa dari dua perangkat yang meledak di Chelsea dan Seaside Park, New Jersey, sekitar 130 km di selatan New York, serta bom dalam panci pressure-cooker. Ledakan ini mirip bom yang menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 260 lainnya di Maraton Boston 2013 silam.
 
"Panci pressure-cooker dalam ketiga kasus belum tentu menunjuk bahwa suatu kelompok telah mengembangkan alat peledak improvisasi ini selama bertahun-tahun," kata seorang pejabat AS yang terlibat dalam penyelidikan, yang tidak mau disebut identitasnya demi kepentingan penyelidikan, seperti dikutip Reuters.
 
Pejabat itu menambahkan bahwa perangkat tersebut bersifat untuk mematangkan, yang jelas rendahnya tingkat perencanaannya membuat beberapa penyelidik khawatir bahwa ledakan itu hanya tes bagi keamanan kota New York.
"Itulah yang mengkhawatirkan kami: apakah ini semacam uji coba, bukan hanya dari perangkatnya, tetapi juga dari pengawasan di New York dan respon kita?" sebut pejabat itu.
 
Amerika Serikat telah mengalami serangkaian serangan mematikan beberapa kali selama tahun lalu oleh orang-orang bersenjata terinspirasi ISIS, yang telah berjuang dalam perang saudara panjang di Suriah. Seorang pria, yang mengaku setia kepada kelompok itu, menembak 50 orang di klub malam Orlando, Florida, pada Juni, enam bulan setelah sepasang suami-istri membantai 14 orang di San Bernardino, California.
 
Para peneliti di laboratorium FBI di Quantico, Virginia, mencermati apakah tiga alat peledak di kawasan New York memiliki desain serupa. Namun, seorang pejabat AS yang terlibat dalam penyelidikan mengatakan bahwa itu tidak akan membuktikan bahwa serangan itu saling terkait.
 
"Siapa saja bisa membuat bom ini dengan menggunakan ponsel sebagai detonator pengukur waktu," ucap peneliti ini. 
 
"Ada semua petunjuk di internet, dan kekasaran itu, posisinya, dan ketidakefektifan relatif ini tidak menunjukkan bahwa kelompok yang lebih canggih berperan dalam hal ini," pungkasnya.
 
Bom yang dipakai dalam pemboman Maraton Boston dibuat menggunakan petunjuk dari sepasang saudara di balik serangan itu yang ditemukan di "Inspire" majalah daring terbitan Al Qaeda.
 
FBI menganggap insiden Minnesota sebagai "potensi tindakan terorisme," seperti diungkapkan Richard Thornton, agen khusus FBI yang bertanggung jawab atas agensi divisi Minneapolis, pada konferensi pers pada hari Minggu.
 
Amaq, kantor berita yang berafiliasi dengan ISIS, mengeluarkan pernyataan pada hari Minggu menyebut bahwa penyerang adalah "seorang prajurit dari Islamic State."



(FJR)