PBB Tidak Akan Ikut dalam Dialog Krisis Venezuela

Willy Haryono    •    Selasa, 05 Feb 2019 12:00 WIB
pbbvenezuela
PBB Tidak Akan Ikut dalam Dialog Krisis Venezuela
Sekjen PBB Antonio Guterres. (Foto: AFP)

New York: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menegaskan dirinya tidak akan bergabung dengan kelompok negara manapun yang saat ini sedang berusaha mendorong inisiatif untuk menyelesaikan krisis politik dan ekonomi di Venezuela. 

Ucapan Guterres mengindikasikan dirinya tidak akan datang dalam sebuah pertemuan sejumlah negara terkait krisis Venezuela di Uruguay pekan ini.

Meksiko dan Uruguay sempat berharap Guterres akan menghadiri sebuah konferensi di Montevideo pada Kamis mendatang. Tujuan konferensi adalah mendorong dialog antara Presiden Venezuela Nicolas Maduro dengan pemimpin oposisi Juan Guaido.

"PBB telah memutuskan tidak akan ikut serta dengan grup manapun untuk memberikan kredibilitas kepada pihak-pihak yang dapat mencarikan solusi politik," ucap Guterres kepada awak media, seperti dilansir dari laman CGTN, Selasa 5 Februari 2019.

Guaido telah mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela pada 23 Januari. Meksiko dan Uruguay, pihak yang ingin menyelesaikan krisis di Venezuela, tidak mengakui Guaido.

Guterres mengaku mengamati perkembangan situasi di Venezuela "dengan penuh kekhawatiran." Ia mengaku telah mendiskusikan berbagai inisiatif yang diajukan beberapa negara terkait krisis Venezuela.

Pekan kemarin, Guterres bertemu Duta Besar Meksiko untuk PBB Juan Jose Gomez Camacho, yang berkata bahwa pertemuan di Montevideo adalah "kesempatan" adanya dialog untuk semua kubu bertikai di Venezuela.

Sementara itu pemerintah Venezuela mengaku akan merevisi hubungan bilateral dengan beberapa negara anggota Uni Eropa. Ini dilakukan usai sejumlah negara UE itu mengakui Guaido sebagai presiden interim.

Beberapa negara UE yang mengakui Guaido adalah Jerman, Spanyol, Inggris, Prancis, Austria, Kroasia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Latvia, Lithuania, Luxembourg, Belanda, Polandia, Portugal dan Swedia.

Menteri Luar Amerika Serikat Mike Pompeo menyambut baik pengakuan oleh sejumlah anggota UE tersebut, dan mendorong negara-negara lain mengikutinya.

Baca: Negara-Negara Eropa Akui 'Presiden Interim' Venezuela


(WIL)