Kenang Korban Penembakan, Ratusan Orang Berkumpul di Annapolis

Arpan Rahman    •    Minggu, 01 Jul 2018 13:07 WIB
penembakan as
Kenang Korban Penembakan, Ratusan Orang Berkumpul di Annapolis
Ratusan orang di Annapolis, Maryland, AS, 29 Juni 2018, mengenang korban penembakan di kantor berita The Capital Gazette. (Foto: AFP)

 Annapolis: Ratusan orang berkumpul untuk mengenang mengingat lima orang yang ditembak mati di kantor harian komunitas di Annapolis, Maryland, Amerika Serikat. 

Aksi brutal tersebut merupakan salah satu serangan paling mematikan terhadap jurnalis dalam sejarah AS.

Aksi peringatan diadakan beberapa jam setelah tersangka Jarrod Ramos ditolak jaminannya dalam sidang singkat di pengadilan kriminal Anne Arundel County. Ramos, 38, tidak berbicara selama persidangan.

Lebih dari 300 pelayat, banyak dari mereka membawa lilin, berjalan pelan melewati jalan-jalan Annapolis dekat kubah gedung DPR setempat. Bendera berkibar setengah tiang untuk menghormati para korban.

Kelima korban tewas adalah pekerja di surat kabar The Capital Gazette. Ramos dituduh melepaskan tembakan kepada para karyawan The Capital Gazette pada Kamis 28 Juni karena menaruh dendam terhadap media tersebut.

Dia dituding memasuki kantor The Capital Gazette, menembaki pintu kaca dengan senapan jenis 12-diameter peluru, memburu korban, dan memberondong tembakan ke ruang berita. Saat penembakan, sejumlah wartawan bersembunyi di bawah meja dan meminta bantuan via media sosial.

Jaksa mengatakan Ramos membarikade pintu belakang guna mencegah orang-orang melarikan diri.

Baca: Jurnalis Annapolis akan Diabadikan di Newseum Memorial Wall

"Orang itu ada di sana untuk membunuh sebanyak mungkin korban," kata Kepala Polisi Anne Arundel County, Timothy Altomare, dalam konferensi pers, seperti dilansir Channel News Asia, Minggu 1 Juli 2018. 

Ia menambahkan bahwa tersangka berhasil diidentifikasi dengan teknologi pengenalan wajah.

Altomare menyebut bukti yang ditemukan di rumah Ramos di Laurel, Maryland, menunjukkan bahwa ia merencanakan serangan itu. Senapan 12-gauge yang digunakannya, dibeli secara legal sekitar setahun lalu.

Kelima korban tewas adalah Rob Hiaasen, 59 tahun; Wendi Winters, 65; Rebecca Smith, 34; Gerald Fischman, 61; dan John McNamara. Semuanya wartawan kecuali Smith, yang merupakan asisten penjualan. 

Surat kabar The Capital Gazette menerbitkan edisi Jumat dengan foto-foto korban dan judul laman depan "5 ditembak mati di The Capital." Halaman editorial dibiarkan kosong, tetapi dengan catatan yang mengatakan para editor tidak bisa berkata-kata atas insiden mengenaskan ini.


(WIL)