Peretas Rusia Gunakan Infrastruktur AS untuk Intervensi Pemilu

Arpan Rahman    •    Selasa, 17 Jul 2018 15:42 WIB
amerika serikatas-rusia
Peretas Rusia Gunakan Infrastruktur AS untuk Intervensi Pemilu
Pengacara khusus Robert Mueller meninggalkan gedung Capitol Hill, Washington, AS, 21 Juni 2017. (Foto: AFP/SAUL LOEB)

Washington: Tepat tujuh bulan sebelum Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat (AS) di tahun 2016, peretas asal Rusia berhasil masuk ke jaringan komite Partai Demokrat.

Salah satu surat elektronik tipuan yang dibuat dengan hati-hati berhasil menarik perhatian seorang karyawan. Karyawan itu kemudian mengakses tautan surat elektronik dan memasukkan kata sandi miliknya.

Pembobolan terhadap Komite Kampanye Kongres Demokrak (DCCC) menjadi langkah pertama yang signifikan dalam memperoleh akses ke jaringan Komite Nasional Demokrat (DNC).

Guna mencuri informasi politik yang bersifat sensitif, sejumlah jaksa mengatakan peretas mengeksploitasi beberapa infrastruktur komputer milik AS sendiri, dengan memakai server yang mereka sewa di Arizona dan Illinois. 

Rincian itu muncul dalam dakwaan yang dikeluarkan Jumat lalu oleh pengacara khusus Robert Mueller. Ia menuduh GRU, badan intelijen militer Rusia, ambil bagian dalam konspirasi luas untuk ikut campur dalam pilpres 2016. Beberapa perusahaan yang mengoperasikan server tidak diidentifikasi dalam dokumen pengadilan.

Dilansir dari Associated Press, Selasa 17 Juli 2018, dakwaan Mueller dengan merekonstruksi detail operasi peretas.

Baca: Trump Singgung Obama soal Dakwaan 12 Agen Rusia

Dua unit peretas Rusia diberi sejumlah tugas, termasuk membuat dan mengelola alat bernama "X-agent" yang ditanamkan ke komputer. Perangkat lunak ini memungkinkan peretas memantau aktivitas di komputer, mencuri kata sandi, dan mempertahankan akses ke jaringan yang diretas. 

Alat ini merekam setiap tombol yang ditekan pada komputer yang sudah terinfeksi. Tidak hanya itu, X=agent juga dapat melakukan tangkapan-layar (screenshot) dari aktivitas di komputer tersebut, termasuk saat sang pengguna sedang melihat informasi perbankan DCCC.

Dari April hingga Juni 2016, peretas memasang versi terbaru dari perangkat lunak mereka pada setidaknya 10 komputer Partai Demokrat. Perangkat lunak itu mengirimkan informasi dari komputer yang terinfeksi ke server yang disewa GRU di Arizona.

Peretas juga menjadikan komputer yang ada di luar AS untuk bertindak sebagai "server perantara," untuk mengaburkan koneksi antara DCCC dan server berbasis peretas di Arizona.

Setelah peretas mendapatkan akses ke jaringan DCCC, mereka kemudian mencari satu komputer spesifik dengan beberapa kata kunci seperti "hillary," "cruz," dan "trump" serta menyalin beberapa arsip terpilih, termasuk" "Investigasi Benghazi."

Dalam surat elektronik, peretas menyematkan tautan yang dinyatakan sebagai lembar tingkat penerimaan publik terhadap Clinton. Namun pada kenyataannya, tautan itu memaksa komputer mengirimkan data-datanya ke situs GRU.


(WIL)


Trump Sebut AS Siap Tingkatkan Senjata Nuklir

Trump Sebut AS Siap Tingkatkan Senjata Nuklir

23 hours Ago

Trump menyebut Rusia tidak patuh terhadap semangat dari perjanjian nuklir era Perang Dingin.

BERITA LAINNYA