Donald Trump Ingin Lunasi Gugatan USD25 Juta

Arpan Rahman    •    Sabtu, 19 Nov 2016 11:43 WIB
donald trump
Donald Trump Ingin Lunasi Gugatan USD25 Juta
Donald Trump Ingin Lunasi Gugatan USD25 Juta (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, New York: Donald Trump setuju membayar USD25 juta untuk menyudahi serangkaian tuntutan hukum terhadap Universitas Trump miliknya yang sekarang sudah tidak berfungsi lagi.
 
Para pengacara bagi Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) itu mencapai upaya musyawarah mufakat demi menghindari pengadilan dalam kasus yang berpotensi memalukannya. Padahal selama kampanye, Trump telah berjanji terus berjuang dan tidak mau berhenti.
 
Pemilihan dewan juri untuk salah satu dari tiga kasus tersebut semula akan dimulai pekan depan. 
 
Pihak penggugat mengaku telah dianiaya sembari menuding universitas -- yang diklaim sebagai milik investor perumahan ini -- menipu mahasiswa. Mereka yang terdaftar, membayar hingga USD35 ribu per tahun, untuk ambil bagian dalam program yang beriming-iming mengungkap rahasia bisnis Trump.
 
Sekitar 6.000 siswa mengatakan, mereka terperdaya akibat mendaftar, dan kemudian bergabung dengan dua gugatan class action di San Diego, California, demi menagih uang USD21 juta kalau hakim federal mengabulkan gugatan.
 
Sisanya USD4 juta akan dibayar lebih lanjut untuk menyelesaikan aduan yang diajukan oleh Jaksa Agung New York Eric Schneiderman pada 2013. Di bawah aturan hukum tentang pembayaran, Trump tidak mengakui kesalahannya.
 
Sidang di San Diego dijadwalkan beberapa pekan silam dan terancam akan mendominasi judul-judul berita utama sewaktu Presiden terpilih terus sibuk mengisi pos-pos kabinet.
 
Kabar miring ini muncul ketika Senator top Demokrat Amerika Serikat (AS) mengatakan "sangat prihatin" dengan Trump yang memilih Jeff Sessions untuk posisi Jaksa Agung. Setelah ia juga memilih jenderal purnawirawan Mike Flynn sebagai penasihat keamanan nasional dan anggota dewan Kansas, Mike Pompeo, sebagai Direktur CIA.
 
Selama kampanye, perhatian Trump tersita gugatan itu. Ia menyerang hakim yang menangani kasus San Diego, Gonzalo Curiel, dengan mengklaim watak asal Meksiko-nya telah membuat hakim berat sebelah.
 
Jason Forge, pengacara bagi mahasiswa yang menggugat, berkata ribuan mantan mahasiswa yang bergabung dalam tuntutan hukum San Diego harus menerima setidaknya setengah dan mungkin sepenuhnya uang mereka kembali -- sebanyak USD35 ribu.
 
Presiden terpilih membantah tuduhan tersebut dan berjanji selama kampanye untuk terus berjuang dalam setiap kasus terhadap dirinya.
 
Pada Mei, ia mengatakan kepada para pendukungnya di sebuah gelaran kampanye bahwa ia akan mengadakan perjalanan ke San Diego buat bersaksi setelah memenangkan kursi kepresidenan.
 
Trump berseru, saat itu: "Saya bisa mengendapkan kasus ini berkali-kali tapi saya tidak ingin mengendapkan kasus-kasus di mana kita ada di pihak yang benar. Saya tidak percaya itu."
 
"Dan ketika Anda mulai mengendapkan kasusmu, Anda tahu apa yang terjadi? Semua orang akan menggugat Anda karena kamu dikenal sebagai pengembang. Satu hal tentang saya, saya tidak terkenal sebagai pengembang," tegasnya seperti dilansir Sky News, Sabtu (19/11/2016).
 
Pengacara bagi pihak penggugat mengatakan gerakan untuk mengendapkan (kasus ini) terjadi dengan cepat setelah Trump meraih kemenangan mengejutkan di pemilu 8 November.
 
Schneiderman berkata, Trump bersikeras melawannya, "Dalam setiap langkah di jalan, mengajukan tuduhan tak berdasar, upaya banding sia-sia, dan menolak bayar bahkan dengan jumlah kompensasi yang tidak terlalu tinggi bagi para korban universitas palsunya. Hari ini, semua berubah."
 
Forge mengatakan: "Kami mengeringkan tenggorokan masing-masing selama enam setengah tahun dan mampu menemukan kesamaan alasan dengan mereka demi kebaikan."
 
Gugatan itu menuduh bahwa seminar nasional yang diselenggarakan Trump University seperti iklan-iklan di TV, menggoda orang menghabiskan uang lebih banyak tetapi, akhirnya, gagal memenuhi janji.
 
Seorang pakar etika, dari salah satu kelompok  yang meminta Trump membersihkan diri dari urusan bisnisnya, berkata, penyelesaian ini mungkin menjadi bumerang jika tim pengacara Presiden terpilih berpikir semangat menyelesaikannya demi menghindari kasus pengadilan.
 
Richard Painter mengumpamakan pihak penggugat akan menjelma serupa hiu yang berburu mangsa. "Pengacara penggugat akan mencium bau darah di dalam air," pungkasnya.



(FJR)