Jaksa Agung AS Bantah Terlibat Kolusi dengan Rusia

Willy Haryono    •    Rabu, 14 Jun 2017 11:19 WIB
pemerintahan as
Jaksa Agung AS Bantah Terlibat Kolusi dengan Rusia
Jaksa Agung AS Jeff Sessions memberikan testimoni di Komite Intelijen Senat di Washington, 13 Juni 2017. (Foto: AFP/Getty/ALEX WONG)

Metrotvnews.com, Washington: Jaksa Agung Amerika Serikat Jeff Sessions membantah keras adanya kolusi dengan Rusia pada masa kampanye pemilihan umum tahun lalu yang disebut-sebut menguntungkan kubu Donald Trump. 

Ia menyebut tuduhan itu sebagai "kebohongan mengerikan dan menjijikkan."

Dalam sebuah testimoni di depan kongres, Sessions secara emosional membantah tuduhan bahwa dirinya bertindak tidak semestinya dalam beberapa pertemuan dengan pejabat Rusia.

Ia juga membantah mengetahui adanya usaha kolusi dari beberapa anggota tim kampanye Trump. 

Tidak hanya itu, Sessions menolak mengungkapkan fakta apakah dirinya pernah berbicara kepada Trump mengenai mantan Direktur FBI James Comey atau tidak, dalam kaitannya dengan penyelidikan keterlibatan Rusia di masa kampanye pilpres AS.

Comey meyakini penyelidikan FBI terhadap keterlibatan Rusia itulah yang membuat dirinya dipecat Trump. 

Seorang loyalis Trump, Sessions telah menjauhkan dirinya dari segala investigasi terkait Rusia. Namun pria 70 tahun itu -- yang mengusulkan pemecatan Comey bulan lalu -- telah menjadi fokus dalam dugaan keterlibatan Rusia ini. 

Berbicara di depan Komite Intelijen Senat, Sessions mengaku "tidak pernah bertemu atau berdiskusi dengan warga Rusia manapun mengenai pemilu 2016," kata Sessions, seperti dilansir AFP, Selasa 13 Juni 2017. 

Menghalangi Penyelidikan

"Saya tidak tahu ada percakapan apapun oleh siapapun terkait kampanye Trump," tegas Sessions. 

"Adanya anggapan saya berpartisipasi dengan segala jenis kolusi, bahwa saya mengetahui ada kolusi dengan pemerintah Rusia untuk melukai negara ini, adalah kebohongan mengerikan dan menjijikkan," lanjut dia. 

Kemunculannya di hadapan kongres adalah kali pertama bagi Sessions sejak dirinya menjadi Jaksa Agung AS pada Februari 2017. Selama 2,5 jam, Sessions memberikan testimoni tanpa menyebutkan detail terkait sejumlah diskusinya dengan Trump. 

Sejumlah politikus Partai Demokrat kesal dengan sikap Sessions, dan menuduhnya sengaja menghalangi penyelidikan dengan tidak menjawab berbagai pertanyaan. 

"Anda menghalangi investigasi dengan tidak menjawab," ucap Senator Martin Heinrich. 

Sessions merespons: "Saya tidak menghalangi. Saya hanya mengikuti kebijakan-kebijakan historis Kementerian Hukum."


(WIL)