Rusuh Venezuela, Kemlu Siapkan Opsi Evakuasi

Sonya Michaella    •    Jumat, 28 Jul 2017 15:13 WIB
konflik venezuela
Rusuh Venezuela, Kemlu Siapkan Opsi Evakuasi
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir (Foto:MTVN/Sonya)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bentrokan yang terjadi di Venezuela kini dirasa semakin parah. Kelompok pro dan anti-pemerintah berjuang keras mendapatkan dukungan publik atas rencana yang digulirkan oleh Presiden Nicolas Maduro agar badan baru yang akan terpilih bulan ini menulis ulang konstitusi.

Oposisi, yang bertenaga karena pembebasan salah satu pemimpin ikoniknya, Leopoldo Lopez, memimpin tuntutan terhadap majelis baru yang hendak dipilih dalam pemilu 30 Juli 2017.

Setiap hari, korban jiwa dan luka-luka berjatuhan. Pecahnya bentrokan ini juga dikarenakan krisis ekonomi yang melanda negara ini sejak tiga bulan yang lalu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, sejak bergulirnya bentrokan ini, Kemenlu RI selalu memantau keadaan setempat lewat KBRI Caracas.

"Laporan dan komunikasi intensif sudah dilakukan dari KBRI Caracas kepada Kemenlu maupun dengan Direktoratnya," tutur Arrmanatha, di Kemenlu RI, Jakarta, Jumat 28 Juli 2017.

Hari ini, lanjut dia, Kemenlu RI melakukan rapat khusus untuk adanya proses evakuasi jikalau situasi di Caracas memburuk.

"Sampai sekarang, KBRI masih buka dengan keterbatasan yang ada. Sudah ada pemadaman listrik dalam jangka waktu yang cukup lama," ucap Arrmanatha.

Langkah-langkah pun sudah dipersiapkan Kemenlu RI jika memang nantinya diperlukan evakuasi. Terhitung, saat ini terdapat 63 WNI yang ada di Venezuela.

Reaksi aparat keamanan terhadap provokasi dalam aksi unjuk rasa telah menjadi sorotan sejak sebuah gambar menunjukkan  anggota pasukan keamanan nasional mengarahkan sebuah pistol ke para pengunjuk rasa pada Senin, mendorong oposisi menggencarkan aksi jalanannya.

Maduro mengatakan bahwa kekerasan tersebut merupakan bagian dari rencana pimpinan asing untuk menggulingkan pemerintahannya dan mengkritik oposisi yang mengomporinya.

Garda nasional Venezuela adalah sayap militer yang dituduhkan dalam persoalan penanganan ketertiban umum dalam negeri, terutama atas penggunaan gas air mata, meriam air dan peluru karet untuk mengendalikan aksi demonstrasi yang sering meningkat menjadi kerusuhan.






(WAH)