Ayah Pelaku Pengeboman New York Pernah Lapor soal Anaknya ke FBI

Renatha Swasty    •    Rabu, 21 Sep 2016 03:09 WIB
ledakan new york
Ayah Pelaku Pengeboman New York Pernah Lapor soal Anaknya ke FBI
Mohammad Rahami ayah pelaku pengeboman New York - (Corey Sipkin/New York Daily News)

Metrotvnews.com, New Jersey: Mohammad Rahami, ayah pelaku pengeboman di New York dan New Jersey sudah melaporkan soal kekhawatirannya pada sang anak ke FBI, 2014 lalu. Tapi, pejabat berwenang tidak mengambil tindakan apapun setelah meninjau keluhan itu, kata Mohammad Rahami dan penegak hukum, Selasa.

Otoritas Amerika Serikat sedang menyelidiki kemungkinan Ahmad Khan Rahami, warga Amerika Serikat naturalisasi Afganistan itu memiliki kaki tangan atau ia menjadi radikal setelah melakukan perjalanan ke Afganistan dan Pakistan.

"Penyelidikan aktif dan berkelanjutan dan sedang diselidiki sebagai tindakan teror," kata Jaksa Agung AS, Loretta Lynch di Lexington, Kentucky dikutip dari Reuters, Rabu (21/9/2016).

Rahami diduga melakukan pengeboman di lingkungan Chelsea, New York yang melukai 29 orang dan dua pengeboman di kota New Jersey, termasuk dekat acara amal Korps Marinir di Seaside Park. Tidak ada korban dalam kejadian itu.

Mohammad Rahami yang muncul dari restoran keluarga, Elizabeth, New Jersey mengatakan pada wartawan." Aku menelepon FBI dua tahun lalu,"


Ahmad Khan Rahami. Foto: Reuters.

Seorang pejabat penegak hukum AS menuturkan Mohammad Rahami dua kali bertemu dengan FBI. Pada kedatangan pertama ia melapor kalau khawatir anaknya bergaul dengan orang yang mungkin memiliki koneksi dengan militan, dua minggu kemudian ia menemui FBI dan mengatakan kalau anaknya bergaul dengan penjahat.

FBI mencoba memeriksa cerita Mohammad Rahami dan dilakukan "penilaian" dari informasi itu. Penyelidik tidak menemukan bukti untuk meminta penyelidikan skala penuh pada anak itu, dan investigasi ditutup tanpa tindakan, kata pejabat penegak hukum.

Seorang pejabat lain menyebut, ayahnya "menarik semua cerita" setelah anaknya dituduh melakukan penusukan pada saudaranya dalam sebuah sengketa.

Komentar dari pejabat itu menunjukkan Rahami berada di radar penegak hukum Amerika Serikat sebelum melakukan pengeboman. Hal yang sama pada orang-orang yang melakukan serangan di Amerika Serikat beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya bom dua kali meledak di New York. Ledakan pertama di kawasan Chelsea, New York, pada Sabtu malam. Ledakan tersebut melukai 29 orang. Bunyi ledakan memekakkan telinga hingga beberapa blok dari distrik perbelanjaan populer, Manhattan. Di waktu hampir bersamaan, sembilan orang ditusuk di St. Cloud, Minnesota, 2.100 km dari lokasi ledakan.

Belum ada kelompok militan internasional yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di New York. Juga belum ada yang bertanggung jawab atas bom kedua dalam panci masak-bertekanan tinggi (pressure-cooker) yang ditemukan empat blok dari sumber ledakan pertama.

Sebelumnya, bom dengan perangkat serupa meledak di sepanjang rute lomba lari, New Jersey pada Sabtu 17. Gubernur New York,  Andrew Cuomo yakin rentetan peristiwa tersebut adalah aksi teror


(REN)

Clinton Dianggap Berdebat dengan Seorang yang Bodoh
Debat Capres AS 2016

Clinton Dianggap Berdebat dengan Seorang yang Bodoh

6 minutes Ago

Keriuhan ketika debat berlangsung juga terjadi di sebuah bar di Manhattan yang menayangkan langsung…

BERITA LAINNYA