Obama Minta Trump Berhenti Mengeluh

Willy Haryono    •    Rabu, 19 Oct 2016 10:57 WIB
pemilu as
Obama Minta Trump Berhenti Mengeluh
Presiden AS Barack Obama dalam makan malam kenegaraan bersama PM Italia Matteo Renzi di Gedung Putih, Washington, 18 Oktober 2016. (Foto: AFP/YURI GRIPAS)

Metrotvnews.com, Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama meminta Donald Trump untuk "berhenti mengeluh" dan terus mencurigai bahwa pemilihan umum mendatang akan dipenuhi kecurangan. 

Obama mengatakan usaha Trump untuk mendiskreditkan proses pilpres belum pernah dilakukan seorang capres dalam sejarah Negeri Paman Sam. Hal yang belum pernah dilakukan seorang capres lainnya, menurut Obama, adalah memuji-muji presiden Rusia Vladimir Putin.

Trump, capres yang diusung Partai Republik, mengklaim pilpres pada 8 November mendatang "benar-benar sudah dicurangi" untuk keuntungan Hillary Clinton. 

Namun dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih bersama Perdana Menteri Italia Matteo Renzi, Obama menegaskan tuduhan Trump tersebut "tidak didasarkan fakta-fakta."

"Saya menyarankan Trump untuk berhenti mengeluh dan fokus memaparkan ide-ide agar dapat dipilih warga," tutur Obama, seperti disitat BBC, Selasa (18/10/2016).

"Menurut saya, jika Anda mengeluh sebelum pilpres dimulai, hal tersebut tidak menunjukkan kepemimpinan serta ketangguhan seseorang yang ingin menjadi presiden," tambah dia. 

Trump akan Kunjungi Rusia


Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: AFP)

Terkait Rusia, Obama menyebut Trump terlihat seperti hendak meniru kebijakan serta pendekatan Putin terhadap dunia politik. Belum lama ini, Trump mengaku hendak pergi ke Rusia tak lama setelah memenangkan pilpres. 

"Jika saya menang, saya akan bertemu Putin sebelum saya resmi menjabat," ucap Trump dalam sebuah siaran radio. 

Popularitas Trump terus merosot sejak debat perdana capres, dan kian terperosok setelah munculnya video kontroversial berisi ucapan merendahkan wanita. Tidak cukup sampai di situ, sejumlah wanita muncul dan mengklaim pernah dilecehkan Trump di masa lalu. 

Tim kampanye Trump membantah keras klaim para wanita dan menyebutnya hanya upaya untuk membunuh karakter Trump. 

Debat terakhir capres AS akan berlangsung di University of Nevada, Las Vegas, pada Rabu 19 Oktober. Berdasarkan survei terbaru Monmouth University, saat ini Clinton masih unggul tujuh poin secara nasional dari Trump.

 


(WIL)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA