Korut Luncurkan Rudal ICBM, AS: Lanjutkan Sanksi yang Ada

Sonya Michaella    •    Rabu, 29 Nov 2017 09:47 WIB
rudal korut
Korut Luncurkan Rudal ICBM, AS: Lanjutkan Sanksi yang Ada
Grafik peluncuran rudal anterbenua Korut ke arah ZEE Jepang. (Foto: AFP)

Washington: Amerika Serikat (AS) mengecam keras peluncuran uji coba rudal balistik Korea Utara (Korut) yang disebut-sebut sebagai uji coba nuklir balistik antarbenua atau ICBM.

"Masyarakat internasional harus mengirim pesan keras kepada Korea utara bahwa mereka harus segera menghentikan program nuklir balistiknya," tegas Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson dalam sebuah pernyataan, dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri AS, Rabu 29 November 2017.

"Semua negara harus melanjutkan langkah-langkah ekonomi dan diplomatik yang kuat. Selain itu, kita harus menerapkan sanksi PBB yang ada, termsauk menunda lalu lintas dan pengiriman barang ke dan dari Korut," lanjut Tillerson dalam pernyataan itu. 

Disebutkan pula, AS dengan Kanada akan mengadakan sebuah pertemuan dengan negara-negara anggota PBB untuk memasukkan Korea Selatan dan Jepang dan juga negara-negara yang terkena dampak dari uji coba nuklir ini untuk membahas bagaimana masyarakat global bisa melawan ancaman Korut.

"Pilihan diplomatik tetap terbuka, untuk saat ini. AS tetap berkomitmen untuk menemukan jalan damai menuju denuklirisasi dan untuk mengakhiri tindakan provokatif Korut," sebut Tillerson lagi.

Rudal balistik antarbenua Korut diluncurkan pada hari ini sekitar pukul 18.17 GMT atau dini hari di mana rudal ini mengarah ke Zona Ekonomi Eksklusif Jepang.

Sebelumnya, memang Jepang telah melacak dan menerima sinyal radio bahwa Korut sedang mempersiapkan peluncuran uji coba rudal berikutnya.

Dikatakan, rudal tersebut terbang selama 53 menit pada ketinggian di atas 4.000 kilo meter. 


(FJR)