Trump Kemungkinan Usir 200 Ribu Warga El Salvador

Arpan Rahman    •    Minggu, 07 Jan 2018 19:00 WIB
donald trumppemerintahan as
Trump Kemungkinan Usir 200 Ribu Warga El Salvador
Presiden AS Donald Trump. (Foto: EPA)

Washington: Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dihadapkan tenggat waktu pada Senin 8 Januari 2018 untuk menentukan nasib dari hampir 200.000 orang El Salvador yang tinggal di AS dengan status imigrasi sementara. Mereka sudah bermukim di negeri Paman Sam selama hampir dua dekade.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan, Jumat 5 Januari, bahwa Sekretaris Kirstjen Nielsen belum membuat keputusan mengenai apakah akan mengakhiri program tersebut. 

Bila berakhir, seperti dikutip USA Today, maka itu artinya ratusan ribu orang itu harus kembali ke negara asal mereka, atau menjadi imigran tanpa dokumen jika mereka memilih untuk tetap tinggal.

Beberapa langkah Trump, yang cenderung menekan keimigrasian, menyiratkan berkurangnya perlindungan terhadap warga El Salvador di AS.

Pemerintah AS telah menghapus status perlindungan sementara (TPS) kepada 437.000 orang di AS. Mereka berasal dari 10 negara yang dilanda konflik bersenjata, gempa bumi, dan bencana alam lainnya.

Pada November, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengumumkan pihaknya telah mengakhiri TPS untuk sekitar 59.000 orang Haiti yang tinggal secara legal di AS sejak gempa bumi pada 2010. Mereka harus pulang pada Juli 2019.

Departemen tersebut juga menghapuskan status TPS bagi 5.300 orang Nikaragua yang pertama kali diberikan pada 1999, menyusul kehancuran yang diakibatkan Badai Mitch. Mereka harus pergi pada Januari 2019.


(WIL)


Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

Pameran Replika Stasiun Kereta Api Bersejarah di AS

4 hours Ago

Ribuan pengunjung setiap tahun datang ke U.S. Botanic Garden atau Kebun Raya AS di Washington untuk…

BERITA LAINNYA