Kremlin: Bukti Rusia Campuri Pemilu AS Tidak Akurat

Sonya Michaella    •    Selasa, 20 Feb 2018 09:40 WIB
pemilu asas-rusia
Kremlin: Bukti Rusia Campuri Pemilu AS Tidak Akurat
Donald Trump dan Hillary Clinton kala debat capres di 2016. (Foto: AFP)

Moskow: Pemerintah Rusia kembali membantah bahwa pihaknya telah mencampuri pemilihan umum Amerika Serikat (AS) pada 2016 lalu.

Bantahan kembali dilontarkan sejak penasihat khusus yang ditunjuk Departemen Kehakiman AS, Robert Mueller, mengajukan tuntutan terhadap 12 warga negara Rusia dan tiga entitas Rusia terkait campur tangan di pemilu AS.

Mueller menyebut bahwa pada pertengahan 2016, operasi tersebut -- di bawah arahan Yevgeny Prigozhin yang merupakan teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin -- difokuskan pada dukungan terhadap Trump dan menjatuhkan rival-rivalnya, termasuk Hillary Clinton. 

Menurut dakwaan itu, sejumlah warga Rusia dalam operasi ini menyamar sebagai masyarakat AS di Facebook, Twitter, YouTube dan Instagram. Mereka kemudian mengunggah banyak konten yang memengaruhi "warga AS dalam jumlah signifikan."

"Kami tidak melihat adanya bukti substansial dan akurat dari seseorang yang mencampuri urusan dalam negeri negara lain," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, dikutip dari CNN, Selasa 20 Februari 2018.

Peskov juga secara tegas menolak dakwaan Mueller dan tidak menganggap dakwaan tersebut adalah dasar tuduhan AS kepada Rusia.

"Rusia tidak pernah ikut campur, tidak memiliki kebiasaan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain dan tidak melakukannya terhadap AS," tegas Peskov lagi.

Dalam dokumen pengadilan, pemerintah AS mengatakan bahwa entitas Rusia mulai mencampuri proses politik AS, termasuk pemilihan presiden 2016, sejak awal 2014.

Seorang pengusaha Rusia Evgeny Prigozhin yang ikut didakwa juri federal AS, tidak menunjukkan kemarahannya atas dakwaan tersebut. Dia bersama 12 warga Rusia lainnya didakwa atas dugaan mencampuri pencalonan pemilihan di AS.



(WIL)