AS Dorong Kelanjutan Dialog Damai di Yaman

Willy Haryono    •    Senin, 21 Nov 2016 11:14 WIB
konflik yaman
AS Dorong Kelanjutan Dialog Damai di Yaman
Menlu AS John Kerry berbicara dalam KTT APEC di Lima, Peru, 18 November 2016. (Foto: AFP/MARK RALSTON)

Metrotvnews.com, Muscat: Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry menyambut baik pengumuman gencatan senjata oleh semua kubu bertikai di Yaman, yang dinilainya dapat membantu "menciptakan kondisi ideal untuk dialog damai."

Gencatan senjata di Yaman selama 48 jam diberlakukan pada Sabtu 19 November, setelah sebelumnya terjadi pertemuan antara Kerry dengan perwakilan pemberontak Houthi di Oman. Kerry juga telah mendesak Presiden Yaman Abedrabbo Mansour Hadi untuk mendukung gencatan senjata.

Pada Minggu 20 November, pertempuran sporadis mengguncang beberapa titik di Yaman. Koalisi pimpinan Arab Saudi yang didukung Iran mengingatkan gencatan senjata rapuh ini tidak akan bertahan, kecuali jika aksi kekerasan dihentikan. 

Koresponden AFP di Sanaa mengatakan sudah tidak ada lagi serangan udara dari koalisi Arab Saudi sejak gencatan senjata diterapkan. 

Namun seorang petinggi militer Yaman mengatakan terjadi "baku tembak terbatas" di kota Taez, di mana pertempuran sengit dalam beberapa hari terakhir telah menewaskan puluhan orang. 


Warga beraktivitas di pasar Sanaa saat gencatan senjata 48 jam. (Foto: AFP)

Sejumlah grup hak asasi manusia mendesak adanya akses kemanusiaan di Yaman untuk penyaluran bantuan darurat. 

Dalam pernyataan resminya, Kerry mengatakan AS terus mendukung usaha Utusan Khusus PBB Ismail Ould Cheikh Ahmed untuk menghidupkan kembali negosiasi damai pada akhir November. Diharapkan dialog dapat beruung pada perjanjian komprehensif. 

"Kami sadar mencapai perjanjian damai yang tahan lama dalam konflik ini membutuhkan kompromi dan konsesi," ungkap Kerry. "Kami mendorong semua pihak untuk dapat berkompromi."

PBB menyebutkan, lebih dari 7.000 orang tewas dan hampir 37.000 lainnya terluka di Yaman sejak koalisi Arab Saudi memulai kampanye militernya tahun lalu.

Lebih dari 100 tentara dan warga sipil tewas di sisi perbatasan Arab Saudi dengan Yaman, baik dalam serangan roket pemberontak atau kontak senjata sejak Maret 2015. 

 


(WIL)