Mahasiswa UNAM Meksiko Belajar Demokratisasi ala Indonesia

   •    Minggu, 20 Nov 2016 16:00 WIB
indonesia-meksiko
Mahasiswa UNAM Meksiko Belajar Demokratisasi ala Indonesia
Dubes Yusra Khan saat memberikan kuliah umum di UNAM, Meksiko, 16 November 2016. (Foto: KBRI Mexico City)

Metrotvnews.com, Mexico City: Demokratisasi Indonesia diakui berjalan maju di kawasan Asia. Hal ini disampaikan Lukas Czarnecki dari Seminario Universitario de Estudios Asiatico (Pusat Kajian Asia) – Universidad Nacional Autónoma de México (UNAM) saat memoderatori kuliah umum yang disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Meksiko Serikat, Yusra Khan, 15 November. 

Di hadapan 40 civitas academia Pusat Kajian Asia UNAM, Dubes RI yang didampingi Pelaksana Fungsi Politik dan dan Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya Kedutaan Besar RI menyampaikan paparan menyeluruh tentang proses demokratisasi yang terjadi di Indonesia, yang telah menempatkan RI sebagai negara demokratis ketiga di dunia. 

"Sejak Indonesia merdeka dan menjadi negara pada 17 Agustus 1945, dalam UUD 1945 menetapkan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia menganut paham demokrasi, di mana kedaulatan berada di tangan rakyat," papar Dubes Yusra Khan, dalam rilis yang diterima Metrotvnews.com, Sabtu (19/11/2016).

Dipaparkan pula perkembangan demokratisasi di Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga kini. Berbagai kemajuan demokrasi Indonesia antara lain pelaksanaan pemilihan presiden secara langsung, otonomi daerah, dan pendirian lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dubes RI juga menyampaikan peran Indonesia dalam mengedepankan demokrasi di dunia melalui pelaksanaan Bali Democracy Forum (BDF) sejak 2008. "Forum ini memberikan kesempatan berdiskusi dan saling bertukar pengalaman dalam hal menjalankan demokrasi di masing-masing negara, dan juga untuk memperkuat kapasitas demokrasi di masing-masing negara," ungkap Dubes RI. 

Kuliah umum Dubes Yusra Khan ditanggapi positif civitas academia. Berbagai pertanyaan dilontarkan. Beberapa isu menarik yang ditanyakan mahasiswa UNAM antara lain yaitu mengenai tantangan Indonesia ke depan dalam memajukan demokratisasi di Indonesia, kerja sama dan hubungan Indonesia – Meksiko, dan potensi strategis Indonesia dalam kancah kerja sama internasional. 

Salah seorang mahasiswa secara khusus menanyakan mengenai kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo dalam mengedepankan poros maritim Indonesia, utamanya terkait upaya pencegahan bajak laut di kawasan perairan Indonesia dan peran penting RI dalam konflik Laut China Selatan. 

Kehadiran Dubes RI untuk memberikan kuliah umum merupakan upaya konsisten memperkenalkan Indonesia di kalangan akademisi. Kehadiran Dubes RI diapresiasi UNAM, sebagaimana disampaikan Vania de Vega Shiota Gonzalez dari Pusat Kajian Asia – UNAM yang menyambut dan mendamping Dubes RI selama kuliah umum berlangsung. 

Pusat Kajian Asia – UNAM yang baru berdiri tahun lalu, mencoba menawarkan akademisi UNAM akan kajian mendalam mengenai Asia, dengan mendatangkan pembicara termasuk kepala perwakilan negara-negara kawasan Asia di Mexico City. 

Menurut Alma Cervantes, Koordinator Kajian Asia Tenggara di Pusat Kajian Asia – UNAM, "Kuliah umum dari Kedutaan Besar negara Asia diharapkan semakin memicu minat mahasiswa yang kebanyakan berasal dari jurusan Hubungan Internasional untuk lebih mendalami mengenai Asia, termasuk Indonesia."



(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA