Tim Pakar Angkatan Udara Global Pantau Ancaman Nuklir Korut

Arpan Rahman    •    Kamis, 07 Sep 2017 18:25 WIB
rudal korut
Tim Pakar Angkatan Udara Global Pantau Ancaman Nuklir Korut
Misil Pukguksong-2 ditembakkan Korut dari lokasi yang tidak disebutkan di Korut, 12 Februari 2017. (Foto: KCNA)

Metrotvnews.com, Florida: Getaran seismik dari arah Korea Utara memicu sebuah tim ahli berkumpul di Pangkalan Angkatan Udara Patrick, Minggu 3 September 2017.

Sebuah sistem global yang terdiri 3.600 sensor -- dipantau dari Pusat Aplikasi Teknis Angkatan Udara AS (AFTAC) di Lanud Patrick -- telah mendeteksi adanya uji coba nuklir dari area Korut.

AFTAC memastikan ledakan dengan guncangan berkekuatan 6,3 Skala Richter, atau 10 kali lebih kuat daripada uji coba nuklir Korut sebelumnya setahun lalu, menjadi salah satu tes terkuat yang terdeteksi sejauh ini. 

"Tentu saja (Uji coba terbaru Korut) menyita perhatian internasional. Tidak diragukan lagi bahwa telah terjadi peristiwa dahsyat di lokasi uji coba nuklir Korut," kata Glenn Sjoden, kepala ilmuwan AFTAC, seperti dilansir USA Today, Kamis 7 September 2017. 

Saat Badai Irma mendekati AS, AFTAC yang berpusat Florida terus menganalisis tes terbaru.

Sebuah tim akan segera dikirim ke Texas -- ke lokasi yang tidak terdampak Badai Harvey -- untuk mengambil alih pengawasan jika Irma memaksa personel lokal menyelamatkan diri.

"Tidak masalah jika badai menyerang kami atau tidak, kami akan memiliki kemampuan memantau (aktivitas nuklir Korut) selama 24 jam penuh sepanjang pekan," kata pakar kepala, Sersan Michael Joseph. 

Uji coba nuklir yang dilakukan Korut akhir pekan lalu memicu tanah longsor di sekitar lokasi ledakan. Data didapat via gambar satelit yang dirilis situs 38 North.

Dilaporkan kalau sebagian tanah telah terangkat ke udara, dan longsor kecil terjadi di sungai sekitar lokasi uji coba.

Menteri Pertahanan Korea Selatan telah memperkirakan hasil dari ledakan di kisaran 50 kiloton. Sementara situs 38 North menyebutnya 100 kiloton. 

 


(WIL)