DK PBB Adopsi Sanksi yang Lebih Keras terhadap Korut

Willy Haryono    •    Minggu, 06 Aug 2017 12:49 WIB
korea utaranuklir korea utara
DK PBB Adopsi Sanksi yang Lebih Keras terhadap Korut
DK PBB melakukan pemungutan suara di New York, AS, 5 Agustus 2017, dalam resolusi peningkatan sanksi terhadap Korut. (Foto: AFP/EDUARDO MUNOZ ALVAREZ)

Metrotvnews.com, New York: Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) secara bulat mengadopsi resolusi yang diusulkan Amerika Serikat (AS) untuk meningkatkan serangkaian sanksi terhadap Korea Utara. 

Salah satu sanksi dalam resolusi itu adalah larangan ekspor yang bertujuan mengurangi pendapatan tahunan Korut hingga USD1 miliar atau setara Rp13,3 triliun. 

Seperti dikutip AFP, Sabtu 5 Agustus 2017, peningkatan sanksi merupakan kali pertama dalam skala sebesar ini terhadap Korut sejak Donald Trump menjadi Presiden AS.

Resolusi DK PBB ini akan melarang semua ekspor batu bara, besi dan biji besi, timbal dan bijih timbal, serta beragam jenis ikan. Pelarangan ini akan mengurangi pendapatan Korut dari bidang ekspor yang nilainya sekitar USD3 miliar per tahun. 

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan kepada DK PBB bahwa sanksi terhadap Korut ini meningkat "ke level selanjutnya" dan dipastikan mengganggu Kim Jong-un. 

Serangkaian sanksi terbaru ini mendapat dukungan dari Tiongkok dan Rusia, dua sekutu utama Korut. 

Selain pelarangan ekspor, resolusi DK PBB juga mencegah Korut meningkatkan jumlah pekerja yang biasa dikirim ke luar negeri untuk menambah pendapatan negara.

Sanksi juga melarang semua usaha patungan dan investasi baru di perusahaan-perusahaan gabungan Korut serta menambah sembilan pejabat Korut serta empat entitas ke daftar hitam. 

Namun resolusi ini tidak menghalangi pengiriman minyak ke Korut seperti yang diusulkan AS. Jika minyak dihalangi, maka akan menjadi pukulan serius bagi Korut. 

Langkah terbaru ini merupakan serangkaian sanksi ketujuh dari PBB terhadap Korut sejak uji coba nuklir pertama Pyongyang pada 2006. Rentetan sanksi itu gagal membuat Korut mengubah perilakunya. 

 


(WIL)