Masjid Islamic Centre Fort Pierce di Florida Dibakar

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 13 Sep 2016 05:49 WIB
serangan umum
Masjid Islamic Centre Fort Pierce di Florida Dibakar
Ilustrasi masjid. (Foto: AFP/ SHAH MARAI)

Metrotvnews.com, Orlando: Masjid Islamic Centre of Fort Pierce di Florida, Amerika Serikat diserang pada momen Iduladha 1437 Hijriah. Masjid tersebut dibakar oleh pelaku tak dikenal.

Pihak berwenang, Sheriff St. Lucie County, David Thompson, menerima sejumlah laporan bahwa api berkobar dari masjid yang berada sekitar 161 kilometer Tenggara Orlando, sekitar pukul 00.30 waktu setempat.

Tidak ada laporan mengenai orang-orang yang terluka dalam insiden tersebut. Video pengawas menunjukkan ada satu orang mendekati masjid beberapa saat sebelum api muncul. 

"Tak lama setelah orang itu mendekat, kobaran api mucul dan orang yang bersangkutan pergi meninggalkan lokasi. Para penyelidik akan memperbesar gambar video agar dapat mengenali tersangka pelaku serangan,"  ujar Thompson seperti dikutip dari Reuters, Selasa (13/9/2016).

Sebagai informasi,  masjid tersebut merupakan tempat Omar Mateen menjalankan ibadah salat. Omar merupakan pelaku penembakan di klub malam LGBT di Orlando, Amerika Serikat (AS) pada Juni lalu hingga menewaskan 49 orang dan melukai 53 orang.

Sebelum melancarkan penembakan, Omar mengatakan kepada polisi melalui panggilan ke nomor darurat, 911, bahwa ia telah menyatakan kesetiaan kepada pemimpin kelompok militan ISIS. Namun, para penyelidik tidak percaya bahwa ia mendapat dukungan dari organisasi-organisasi di luar Amerika.

Tak lama setelah pembantaian massal di Orlando, masjid tersebut kemudian melaporkan menerima sejumlah ancaman kekerasan dan intimidasi. Salah satu ancaman yang muncul yakni adanya satu kelompok pengendara motor berkeliling memutari masjid dan berteriak-teriak ke arah para anggota jamaah. Sementara pada Juli lalu, seorang warga Muslim dipukuli di luar masjid itu.

Thompson mengatakan para penyelidik masih mencari motif serangan pada Senin dan mempertimbangkan kemungkinan bahwa serangan itu terkait dengan peringatan ke-15 serangan 11 September pada Minggu.

"Saya tidak akan berspekulasi, tapi tentunya kemungkinan itu kami pikirkan
juga," kata Thompson. (SCI)


(ICH)