PBB Desak Suriah Izinkan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan

Willy Haryono    •    Jumat, 16 Sep 2016 14:05 WIB
krisis suriah
PBB Desak Suriah Izinkan Penyaluran Bantuan Kemanusiaan
Konvoi truk Syrian Red Crescent yang berisi bantuan kemanusiaan berjalan di Damaskus, Suriah, 19 Juni 2016. (Foto: AFP/AMER ALMOHIBAN)

Metrotvnews.com, New York: Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Suriah segera mengizinkan penyaluran bantuan kemanusiaan terhadap warga sipil yang membutuhkan setelah gencatan senjata diperpanjang hingga 48 jam ke depan oleh Amerika Serikat (AS) dan Rusia. 

PBB mengatakan rombongan truk berisi bantuan kemanusiaan masih berada di zona penyangga antara Turki dan Suriah. Diharapkan rezim Suriah segera membuka jalan agar bantuan dapat disalurkan ke beberapa titik, termasuk ke distrik-distrik di kota Aleppo. 

Salah satu poin dalam perjanjian gencatan senjata yang dimediasi AS dan Rusia menyerukan adanya demiliterisasi di Jalur Castello menuju Aleppo. 

Rusia, negara pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad, mengatakan pasukan Suriah "sudah memenuhi kewajibannya dan mulai menarik diri secara bertahap" dari rute tersebut. 

Moskow menuduh sejumlah grup pemberontak belum mematuhi perjanjian gencatan senjata, karena masih belum menarik diri sepenuhnya dari garis depan seperti yang sudah dijanjikan. 

Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan negaranya menginginkan adanya sebuah resolusi dari Dewan Keamanan PBB untuk mendukung perjanjian gencatan senjata di Suriah. 

"Kami sedang mengusahakannya," kata Churkin kepada sejumlah awak media di New York. Ia merasa sebuah resolusi baru akan diadopsi saat DK PBB bertemu di Suriah pada Rabu mendatang.

Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengakui adanya "penurunan aksi kekerasan secara signifikan" sejak gencatan senjata terbaru diberlakukan pada Senin 12 September. 

Namun ia mengatakan belum ada bantuan yang diterima warga sipil di beberapa kota. PBB masih menanti adanya jaminan keamanan saat menyalurkan bantuan ke kota-kota yang dikuasai pemberontak dan pasukan rezim Assad.


(WIL)