Ribuan Wanita AS Berdemo Menentang Trump

Arpan Rahman    •    Minggu, 20 Jan 2019 17:12 WIB
amerika serikatdonald trump
Ribuan Wanita AS Berdemo Menentang Trump
Ribuan orang berunjuk rasa menentang Presiden Donald Trump di New York, AS, 19 Januari 2019. (Foto: AFP / Angela Weiss)

Washington: Ribuan wanita beramai-ramai berunjuk rasa di Washington dan beberapa kota lainnya di Amerika Serikat dalam menyuarakan hak-hak perempuan serta menentang Presiden Donald Trump. Sejak masa kampanye sampai menjadi presiden, Trump dipandang sejumlah orang sebagai tokoh yang sering merendahkan wanita.

Di Washington, para demonstran datang ke lokasi demi dengan menggunakan mobil, bus dan kereta bawah tanah. Mereka semua berkumpul di Freedom Plaza dan berjalan bersama melewati Trump International Hotel di Pennsylvania Avenue.

Banyak pengunjuk rasa mengenakan topi merah muda bertuliskan "pussy" yang merupakan ejekan terhadap Trump. Saat masa kampanye, sempat muncul sebuah video yang memperlihatkan Trump merendahkan wanita dengan mengatakan "grab them by the pussy."

Baca: Trump Nilai Tuduhan Pelecehan Seksual Dihembuskan oleh Tim Clinton

"Kita perlu membela hak-hak wanita di seluruh dunia," ujar Ann Caroline, 27, seorang demonstran yang juga memakai topi berwarna pink, seperti disitir dari laman AFP, Sabtu 19 Januari 2019.

Sebagian orang terlihat membawa poster yang menggambarkan Trump sebagai "boneka" Trump. Sebagian lainnya mengecam sejumlah komentar Trump yang merendahkan wanita atau grup minoritas. Terdapat pula sejumlah pengunjuk rasa yang menyerukan pemakzulan Trump.

Berjarak beberapa blok dari lokasi unjuk rasa, Trump berbicara kepada awak media di luar Gedung Putih. Dari sana, ia bertolak ke Dover, Delaware, untuk menghadiri upacara penerimaan empat jasad warga AS yang tewas dalam serangan kelompok militan Islamic State (ISIS) di Suriah. Trump tidak berkomentar mengenai unjuk rasa ribuan wanita.

Tahun sebelumnya, unjuk rasa serupa digelar di AS dan seluruh dunia. Namun, tingkat partisipasi gerakan tahun ini terpantau lebih sedikit.

Alexandria Ocasio-Cortez, seorang wanita politikus Partai Demokrat yang baru saja masuk ke Kongres, ikut serta dalam unjuk rasa di New York. "Tahun lalu, kita semua membawa kekuatan (wanita) ke tempat pemungutan suara, dan tahun ini, kita perlu memastikan kekuatan ini diubah menjadi kebijakan," tegas Ocasio-Cortez.

Seorang wanita lanjut usia bernama Nydia Leaf terlihat di kerumunan demonstran. Meski sudah berusia 86 tahun, ia tetap bersemangat ikut serta dalam aksi protes ini.

"Saya akan terus menentang Donald Trump dan kebijakannya. Coba lihat apa yang sudah dia lakukan mengenai perbatasan, shutdown -- setiap tahun selalu ada kontroversi baru," ungkap Leaf kepada AFP.


(WIL)