El Chapo Dituding Suap Mantan Presiden Meksiko Rp1,4 Triliun

Arpan Rahman    •    Rabu, 16 Jan 2019 11:52 WIB
amerika serikatmeksikoJoaquin El Chapo Guzman
El Chapo Dituding Suap Mantan Presiden Meksiko Rp1,4 Triliun
Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto periode 2012-2018. (Foto: AFP)

New York: Gembong narkotika Joaquin "El Chapo" Guzman disebut pernah menyuap mantan Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto sebesar USD100 juta atau setara Rp1,4 triliun di masa lalu. Pernyataan disampaikan seorang saksi dalam persidangan El Chapo di New York, Amerika Serikat, Selasa 15 Januari.

Pena Nieto menjadi presiden Meksiko dari 2012 hingga 2018. Alex Cifuentes, yang mengaku sebagai salah satu teman dekat El Chapo selama bertahun-tahun, berkata di pengadilan bahwa dirinya pernah menyampaikan perihal suap ini ke pihak berwenang pada 2016. 

El Chapo disebut sebagai gembong kartel Sinaloa, yang disebut tim jaksa sebagai pemasok narkoba terbesar dan terbanyak ke AS. Pria 61 tahun itu sudah menjalani persidangan di Brooklyn New York sejak November tahun lalu, usai dirinya diekstradisi dari Meksiko.

Dalam persidangan di AS, El Chapo menghadapi tuntutan penyelundupan kokain, heroin dan jenis narkoba lainnya. AS menganggap El Chapo sebagai gembong narkoba terbesar di dunia.

Baca: Operasi Kartel Sinaloa Tak Terganggu Sidang El Chapo

Dikutip dari laman BBC, Rabu 16 Januari 2019, Cifuentes mengklaim uang suap itu diberikan seorang teman El Chapo kepada Pena Nieto di Mexico City pada Oktober 2012. Pena Nieto disebut sempat meminta uang suap USD250 juta, namun akhirnya sepakat di angka USD100 juta.

Pernah menjadi "tangan kanan" El Chapo, Cifuentes adalah gembong narkoba asal Kolombia. Dia dan El Chapo pernah bersembunyi dari pengawasan polisi di pegunungan Meksiko selama dua tahun.

Usai ditangkap di Meksiko pada 2013, Cifuentes diekstradisi ke AS dan mengaku bersalah atas tuntutan penyelundupan narkoba.

Pena Nieto belum merespons tudingan suap ini. Namun sebelumnya ia pernah membantah tuduhan korupsi yang pernah disinggung dalam persidangan El Chapo pada November tahun lalu.



(WIL)