Trump Serang Petinggi Demokrat Penolak Perjanjian Tembok

Willy Haryono    •    Senin, 21 Jan 2019 07:03 WIB
amerika serikatmeksikodonald trump
Trump Serang Petinggi Demokrat Penolak Perjanjian Tembok
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. (Foto: AFP/JIM WATSON/ALEX EDELMAN)

Washington: Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerang Nancy Pelosi, salah satu petinggi Partai Demokrat yang menolak perjanjian terkait tembok perbatasan dan keimigrasian. Perjanjian tersebut ditawarkan Trump kepada Demokrat dengan harapan dapat segera mengakhiri shutdown, atau penutupan sebagian institusi pemerintahan AS yang telah memasuki hari ke-30 pada Minggu 20 Januari 2019. 

Trump berkata dirinya akan melindungi hampir satu juta imigran dari ancaman deportasi, jika Demokrat bersedia menyetujui dana pembangunan tembok perbatasan senilai USD5,7 miliar atau setara Rp80 miliar.

Pelosi, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS, menyebut tawaran Trump tersebut tidak dapat "dijadikan awal" dari suatu perjanjian. 

"Nancy Pelosi telah bertindak irasional; telah melenceng jauh ke arah kiri sehingga dirinya kini menjadi seorang Demokrat Radikal," tulis Trump di Twitter, seperti disitir dari kantor berita AFP.

"Dia sangat ketakutan dengan kubu sayap kiri di partainya sendiri, sehingga dirinya kehilangan kendali," lanjut Trump. 

"...dan satu lagi, tolong bersihkan jalanan di San Francisco. Di sana sangat kotor," tambahnya. San Francisco adalah kota asal Pelosi.

Terkait tawarannya untuk mengakhiri shutdown, Trump menyebut bahwa dirinya bersedia melindungi imigran, tapi hanya untuk sementara. Dia membantah adanya kabar bahwa Trump akan memberikan amnesti kepada semua imigran.

Baca: Trump Siap Lindungi Imigran Jika Biaya Tembok Disetujui

"Bukan. Amnesti bukan bagian dari penawaran saya. Ini adalah perpanjangan tiga tahun dari DACA," ungkap Trump lagi, merujuk program perlindungan imigran di era Barack Obama.

Trump menawarkan perlindungan bagi dua kategori imigran. Kategori pertama adalah 700 ribu "Dreamers," atau anak dari imigran yang selama ini sudah menetap di AS secara ilegal. Kategori kedua adalah sekitar 300 imigran yang status "dilindungi" telah habis. 

Dia mengatakan meski saat ini tidak ada "desakan kuat" untuk mengusir sekitar 11 juta imigran di AS, Trump melayangkan peringatan kepada Demokrat."Tapi hati-hati saja, Nancy!" tegasnya, merujuk pada Pelosi.

Sementara itu Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan sebuah undang-undang yang dilengkapi proposal Trump terkait penghentian shutdown akan dikenalkan ke hadapan Senat pada Selasa mendatang.


(WIL)