Ratusan Warga AS Kumpulkan Rp266 Juta untuk Perbaiki Masjid yang Dibom

Willy Haryono    •    Kamis, 10 Aug 2017 18:14 WIB
terorisme
Ratusan Warga AS Kumpulkan Rp266 Juta untuk Perbaiki Masjid yang Dibom
Ratusan hingga ribuan orang menghadiri acara solidaritas dan dukungan terhadap Pusat Islam al-Farroq yang terkena serangan bom di Minnesota, AS, 8 Agustus 2017. (Foto: Star Tribune)

Metrotvnews.com, Minnesota: Ratusan warga Amerika Serikat (AS) mengumpulkan dana hingga lebih dari USD20 ribu atau setara Rp266 juta untuk memperbaiki masjid di Minnesota yang terkena serangan bom.

Sebuah bom rakitan (IED) dilemparkan ke arah kantor imam di Pusat Islam al-Farroq di Bloomington. Kantor imam rusak parah, namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam ledakan yang terjadi pada Sabtu 5 Agustus.

Biro Investigasi Federal atau FBI menginvestigasi serangan tersebut. Gubernur Minnesota Mark Dayton menyebut ledakan bom itu sebagai aksi terorisme. 

"Kerusakan di situs suci ini tidak dapat dimaafkan. Saya berharap pelakunya ditangkap dan diadili sesuai aturan hukum berlaku," ujar Dayton pada akhir pekan kemarin, seperti dikutip Middle East Monitor, Kamis 10 Agustus 2017. 

Keputusan Dayton menyebut serangan tersebut sebagai "aksi terorisme" menuai pujian dari komunitas Muslim Amerika. 

Namun sejauh ini Presiden Donald Trump dan Gedung Putih masih relatif diam mengenai serangan di Minnesota.  

Saat ditanya terkait serangan, wakil asisten Trump Sebastian Gorka menegaskan Gedung Putih sedang menanti hasil dari investigasi FBI.

Ia ingin memastikan terlebih dahulu latar belakang pelaku, apakah berasal dari sayap kiri atau bukan. 

"Ada aturan tegas: semua laporan awal (biasanya) salah. Anda harus memeriksanya terlebih dahulu. Anda harus mencari tahu siapa pelaku sebenarnya," tutur Gorka ke sebuah media lokal AS. 



(WIL)