Kongres AS Loloskan RUU untuk Perketat Sanksi Terhadap Rusia

Willy Haryono    •    Rabu, 26 Jul 2017 17:20 WIB
pemerintahan as
Kongres AS Loloskan RUU untuk Perketat Sanksi Terhadap Rusia
Mayoritas Kongres AS di pemerintahan Donald Trump berasal dari Partai Republik. (Foto: Anadolu)

Metrotvnews.com, Washington: Kongres Amerika Serikat meloloskan (AS) Rancangan Undang-Undang yang memberikan kuasa untuk memperketat serangkaian sanksi terhadap Rusia. 

Lewat RUU ini, Kongres akan dapat menghalangi upaya apapun dari Gedung Putih untuk melemahkan atau bahkan mencabut serangkaian sanksi dari Moskow. RUU ini merupakan bentuk penentangan langsung Kongres AS kepada Presiden Donald Trump.

Pemungutan suara untuk RUU sanksi Rusia berakhir dengan kemenangan mutlak 419 melawan tiga. Nantinya, RUU ini akan diserahkan ke Senat untuk diproses lebih lanjut. 

Tidak hanya terhadap Rusia, RUU juga meliputi pembahasan serangkaian sanksi untuk Iran dan Korea Utara. 

Kepala Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS Bob Corker mengindikasikan pada Senin kemarin bahwa dirinya ingin mengubah beberapa poin RUU. Sebelumnya, Corker sempat mengedarkan rancangan RUU yang meraih suara dukungan 98-2. 

"Ini adalah RUU bipartisan kuat yang akan meningkatkan daya tawar ekonomi dan politik AS," ujar Ed Royce dari Partai Republik, yang mengepalai Komite Urusan Luar Negeri Kongres AS, kepada awak media, seperti dilansir CNN, Selasa 25 Juli 2017. 

Tiga suara menentang RUU berasal dari Justin Amash, Tom Massie dan John Duncan yang semuanya adalah politikus Republik. 

"Ancaman terhadap keamanan nasional kita dari Iran, Rusia dan Korut tidak boleh diremehkan. Mereka tela lama mengganggu AS dan stabilitas global," ungkap Paul Ryan, Ketua DPR AS, seperti dikuip FT

"RUU yang kami loloskan dengan dukungan luar biasa adalah salah satu paket sanksi paling luas dalam sejarah. RUU ini memperketat gerakan musuh-musuh kita yang paling berbahaya demi melindungi Amerika," lanjut dia. 

Hingga sejauh ini, belum ada tanda-tanda apakah Trump akan menandatangani atau bahkan memveto RUU tersebut.


(WIL)