Trump Larang Transgender jadi Anggota Militer AS

Sonya Michaella    •    Jumat, 28 Jul 2017 07:32 WIB
pemerintahan as
Trump Larang Transgender jadi Anggota Militer AS
Warna pelangi, simbol LGBT. (Foto: Channel News Asia)

Metrotvnews.com, Washington: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan dengan tegas bahwa dirinya melarang transgender untuk menjadi anggota militer AS, bahkan dalam konteks melayani.

Ia mengumumkan keputusannya ini di akun Twitter pribadinya, setelah berunding dengan para jenderal dan ahli bidang militer.

"Setelah berkonsultasi dengan Jenderal dan pakar militer, pemerintah AS tidak akan menerima atau mengijinkan Transgender melayani dalam kapasitas apapun di militer AS," tulis Trump.

Keputusan ini tentu berbanding terbalik dengan kebijakan pendahulunya, Barack Obama, yang masih dalam tahap peninjauan akhir di mana mengizinkan transgender menjadi anggota militer AS.

Dikutip dari CNN, Jumat 28 Juli 2017, Menteri Pertahanan James Mattis menegaskan, ia masih menunda penetapan rencana perizinan transgender jadi anggota militer AS.

"Sejak menjadi Menhan, saya memberi penekanan bahwa Kemhan mesti melakukan pertimbangan bagi kebijakan tersebut," ucapnya. 

Sementara, pendahulunya di masa pemerintahan Obama, yakni Ash Carter sempat mengakhiri pelarangan transgender menjadi anggota militer AS pada 2016.

Namun, dengan catatan, keputusan tersebut bisa ditinjau ulang satu tahun ke depan untuk menentukan Pentagon membuka rekrutmen transgender untuk militer atau tidak.

Keputusan baru Trump ini mendapat kritik yang cukup keras dari grup aktivis LGBT dan HAM.

The American Civil Liberties Union menyebut keputusan itu 'memalukan dan menyedihkan', dan mengungkapkan akan memberikan perlawanan terhadap keputusan tersebut. 



(FJR)