Tiga Tewas Ditembak Mati dalam Aksi Demo Venezuela

Sonya Michaella    •    Kamis, 20 Apr 2017 12:12 WIB
aksi antipemerintahan venezuela
Tiga Tewas Ditembak Mati dalam Aksi Demo Venezuela
Protes anti pemerintah Venezuela terus merebak (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Caracas: Tiga orang pengunjuk rasa di Venezuela tewas dalam aksi terbaru mereka yang menuntut dikembalikannya pemerintahan demokratis. Salah satunya langsung ditembak mati di tempat oleh petugas pro-pemerintah.
 
Carlos Moreno, 17 tahun, ditembak mati ketika ratusan anggota geng pro-pemerintah tiba di lokasi unjuk rasa dan mengelilingi pemrotes sembari menyemprotkan gas air mata.
 
"Mereka menembak Moreno tepat di kepala. Itu tidak adil. Pemerintahan ini sudah gagal," kata seorang pengunjuk rasa, seperti dikutip New York Times, Kamis 20 April 2017.
 
Sementara, dua pengunjuk rasa lainnya diketahui tewas juga saat berada di dekat Caracas. Gelaran kali ini diatur menjadi hari terbesar dalam protes sejak para sekutu Maduro bergerak melucuti kekuatan legislatif mayoritas oposisi -- satu-satunya tuas pemerintahan yang tidak mereka kontrol -- dan melarang pemimpin oposisi Henrique Capriles dari politik.
 
Jalan-jalanan Caracas telah dimarakkan bentrokan yang mengadu para demonstran bertopeng bersenjatakan batu dan bom molotov melawan polisi anti huru-hara yang menembakkan gas air mata, peluru karet, dan kanon air.
 
Tekanan pada Maduro meningkat lantaran krisis ekonomi yang diperparah oleh turunnya harga ekspor minyak Venezuela, yang diandalkan dalam perekonomian negara, sehingga memicu kekurangan pangan dan obat-obatan.
 
Pada Selasa 18 April, oposisi sayap kanan mengulangi seruan untuk militer -- pilar kekuasaan Maduro -- supaya meninggalkan presiden.
 
"Ini adalah saat bagi angkatan bersenjata menunjukkan bahwa mereka memegang teguh konstitusi dan bersama rakyat," kata pemimpin oposisi kongres, Julio Borges.
 
Tapi Menteri Pertahanan Venezuela, Jenderal Vladimir Padrino Lopez, bersumpah bahwa tentara "setia tanpa syarat."

(FJR)