Mantan Presiden Brasil Dijebloskan ke Penjara

Willy Haryono    •    Minggu, 08 Apr 2018 11:57 WIB
politik brasil
Mantan Presiden Brasil Dijebloskan ke Penjara
Mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva (dua kanan) tiba di markas besar kepolisian federal Brasil, 7 April 2018. (Foto: AFP/MAURO PIMENTEL)

Curitiba: Mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva diterbangkan ke penjara di Curitiba dimana dirinya akan menjalani vonis 12 tahun atas kasus korupsi. Lula akhirnya tiba di penjara usai terjadinya beberapa peristiwa yang menyedot perhatian publik Brasil.

Pria 72 tahun itu, mantan presiden dua periode, tiba di lantai atas penjara dengan menggunakan helikopter polisi. Para pendukung Lula di luar penjara merespons kedatangan dengan menyalakan kembang api.

Polisi antihuru-hara mencoba mengendalikan demonstran dengan menembakkan gas air mata. Delapan orang terluka dalam bentrok, termasuk satu yang terkena tembakan peluru karet. 

Ini merupakan kekacauan terakhir dalam empat hari terakhir, setelah masyarakat Brasil sempat mempertanyakan apakah Lula dari Partai Pekerja itu akan dijebloskan ke penjara atau tidak. 

Lula dinyatakan bersalah karena terbukti menerima apartemen mewah sebagai bentuk suap dari sebuah perusahaan konstruksi. Lula mengaku tuduhan yang dilayangkan kepadanya telah direkayasa.

Meski terjerat kasus, popularitas Lula masih memimpin dalam jajak pendapat untuk pemilihan umum presiden Oktober mendatang. Ia mencoba menunda vonisnya dalam serangkaian banding ke Mahkamah Agung. 

Sabtu kemarin, dia sepakat untuk dibawa ke penjara. Namun ia kesulitan bergerak karena dihalangi para pendukungnya sendiri. "Jangan menyerah, tetaplah di sini Lula!" teriak salah satu pendukungnya. 

Dikelilingi penjaga, Lula berhasil menembus demonstran dan berangkat ke Curitiba dari bandara Sao Paulo. Sebuah penjara mewah dalam standar Brasil -- termasuk kamar mandi pribadi dengan air hangat dan toilet -- menanti Lula di Curitiba.


(WIL)


Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

Solusi Damai AS Akan Buat Kesal Palestina dan Israel

3 hours Ago

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley, mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendukung proposal Gedung…

BERITA LAINNYA