AS Cari Solusi untuk Bertahan dari Ancaman Iran

Sonya Michaella    •    Rabu, 09 May 2018 12:48 WIB
amerika serikatnuklir iran
AS Cari Solusi untuk Bertahan dari Ancaman Iran
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. (Foto: AFP)

Jakarta: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memutuskan untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran. Pengumuman yang sedianya dikeluarkan pada 12 Mei, ternyata dimajukan empat hari oleh Trump.

Keputusan ini tentu disesalkan banyak pihak, terutama lima negara yang menandatangani kesepakatan tersebut, seperti Inggris. PBB pun menyesalkan keputusan Trump. 

"Sementara kami keluar dari kesepakatan Iran, kami akan bekerja dengan para sekutu kami untuk menemukan solusi yang nyata, komprehensif, dan bertahan lama terhadap ancaman Iran," kata Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam keterangan tertulis dari Kedutaan Besar AS di Jakarta kepada Medcom.id, Rabu 9 Mei 2018.

"Kami memiliki kepentingan yang sama dengan para sekutu kami di Eropa dan di seluruh dunia, yaitu untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklirnya," lanjut dia.

Pompeo menambahkan, upaya AS lebih luas dari hanya sekadar ancaman nuklir. AS juga tetap bekerja sama dengan mitra kami untuk menghapus ancaman program rudal balistik Iran.

"Terutama untuk menghentikan aktivitas terorisnya di seluruh dunia, dan menghadang kegiatannya yang mengancam di Timur Tengah dan sekitarnya," kata dia.

"Selagi kami membangun upaya global ini, sanksi akan diberlakukan sepenuhnya dan akan mengingatkan rezim Iran atas isolasi diplomatik dan ekonomi yang diakibatkan oleh aktivitasnya yang gegabah dan merugikan," tambah mantan direktur CIA ini.

Keputusan itu diungkapkan Trump dalam pidato di Washington, Selasa 8 Mei 2018, yang disiarkan melalui televisi. Trump tidak akan menandatangani surat pelepasan sanksi-sanksi atas Iran terkait nuklir.

Trump mengulang sikap tegasnya soal kesepakatan tersebut, yang dianggapnya gagal mencegah Iran mengembangkan senjara nuklir atau mendukung terorisme di kawasan.



(WIL)