Dijebloskan ke Penjara, Mantan Presiden Brasil Tetap Nyapres

Willy Haryono    •    Selasa, 10 Apr 2018 13:26 WIB
politik brasil
Dijebloskan ke Penjara, Mantan Presiden Brasil Tetap <i>Nyapres</i>
Para pendukung mantan presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Sliva bertahan di depan kantor polisi di Curitiba, 7 April 2018. (Foto: AFP/HEULER ANDREY)

Curitiba: Mantan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Sliva telah dijebloskan ke penjara atas kasus korupsi. Namun Partai Pekerja Brasil menegaskan Lula tetap menjadi calon presiden mereka pada pemilihan umum Oktober mendatang. 

"Dia tetap kandidat kami dalam situasi apapun," ujar Ketua Partai Pekerja Brasil Gleisi Hoffmann di luar kantor polisi Curitiba, kota tempat penjara Lula berada, seperti dilansir AFP, Senin 9 April 2018.

Pria 72 tahun dari sayap kiri, Lula menyerahkan diri ke polisi pada Sabtu kemarin. Ia menyerahkan diri satu hari usai melewatkan tenggat waktu yang ditetapkan pengadilan. 

Sejumlah jajak pendapat menempatkan Lula di posisi teratas menjelang pilpres Oktober. Namun dengan statusnya sebagai narapidana, terdapat pertanyaan apakah dia secara hukum dapat mencalonkan diri. 

Namun Partai Pekerja Brasil bertaruh Lula dapat keluar penjara sebelum Agustus dan bisa berpartisipasi dalam pilpres.

Lula terbukti bersalah karena menerima apartemen tepi pantai. Bangunan tersebut merupakan bentuk suap perusahaan konstruksi agar bisa memenangkan tender.

Dia kemudian mengajukan banding di pengadilan rendah, tapi kalah pada Januari lalu dan hukumannya malah bertambah jadi 12 tahun.

Mantan presiden yang menjabat sejak 2003 hingga 2011 tersebut membantah tudingan yang dialamatkan padanya. Dia kemudian mengajukan banding kedua dan tetap saja banding tersebut ditolak.

Baca: Eks Presiden Brasil Lula da Silva Divonis 12 Tahun Penjara


(WIL)