Penerobos Perbatasan dari Meksiko ke AS Turun 40 Persen

Arpan Rahman    •    Jumat, 10 Mar 2017 19:06 WIB
imigran gelap
Penerobos Perbatasan dari Meksiko ke AS Turun 40 Persen
Pekerja paruh waktu melintasi perbatasan (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Washington: Menteri Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (AS) John Kelly berkata, terjadi penurunan 40 persen dalam penyeberangan ilegal dari Meksiko ke AS pada Januari-Februari.
 
Mengutip data dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP), Kelly mengatakan "penurunan ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam soal lintas perbatasan".
 
Ukurannya berupa penangkapan dan pencegahan masuknya para pendatang gelap ke AS, yang ia katakan "menunjukkan perubahan yang nyata menurut tren" sejak Presiden Donald Trump memenangkan pemilihan presiden AS, khususnya sejak Trump menjabat.
 
"Sejak terlaksananya perintah eksekutif untuk menegakkan hukum imigrasi, penangkapan dan pencekalan menjadi tren terhadap total bulanan terendah dalam lima tahun terakhir," tulis Kelly dalam sebuah pernyataan, Rabu 8 Maret. 
 
"Perubahan tren ini sangat penting karena CBP secara historis melihat peningkatan 10-20 persen pada penangkapan imigran ilegal Januari-Februari. Sebaliknya, tahun ini kami melihat penurunan dari 31.578 orang menjadi 18.762 orang -- turun 40 persen," serunya seperti dilansir UPI, Jumat 10 Maret 2017.
 
Pada 25 Januari, Trump meneken sebuah perintah eksekutif buat melucuti uang hibah federal dari apa yang disebut "kota-kota kudus" -- sejumlah perkotaan AS yang melindungi imigran gelap dari tuntutan federal. Trump juga berupaya mempekerjakan 10.000 petugas imigrasi tambahan, membangun pusat penahanan lebih banyak, dan memprioritaskan imigran gelap biar dideportasi.
 
Kelly juga katakan bahwa karena perubahan kebijakan AS, "kawanan anjing hutan" sebutan bagi penyelundup manusia yang menyeberangkan orang ke AS -- telah menaikkan biaya mereka sekitar 130 persen, dari USD3.500 menjadi USD8.000. Harga yang lebih tinggi berarti lebih sedikit imigran kemungkinan akan membayar untuk melintas secara ilegal, menurut Kelly.
 
"Penurunan ini pun menjadi kabar menggembirakan karena berarti lebih sedikit orang merelakan diri sendiri dan keluarga mereka pada risiko eksploitasi, kekerasan, dan menderita oleh para pedagang manusia dan bahaya fisik dari perjalanan berbahaya," tulis Kelly.
 
Kelly pekan ini mengatakan, pihaknya sedang menimbang buat memisahkan anak-anak tanpa dokumen dari orang tua mereka jika tertangkap melintasi perbatasan secara ilegal.



(FJR)