Pembunuh Presiden John F Kennedy Tidak Memiliki Kaitan dengan CIA

Fajar Nugraha    •    Sabtu, 04 Nov 2017 16:03 WIB
amerika serikat
Pembunuh Presiden John F Kennedy Tidak Memiliki Kaitan dengan CIA
Lee Harvey Oswald (Foto: Sky News).

Metrotvnews.com, Washington: Dokumen yang kembali dirilis terkait kematian Presiden Amerika Serikat (AS) John F Kennedy pada 1963 lalu, menyebutkan mengenai status pembunuhnya, Lee Harvey Oswald.
 
Dalam dokumen tersebut membantah teori bahwa Oswald memiliki hubungan Dinas Intelijen AS yakni, Central Intelligence Agency (CIA). 
 
Melalui sebuah memo CIA keluaran 1975 menyebutkan bahwa penyelidikan menyeluruh pada catatan di dinas intelijen itu, baik di dalam maupun di luar Amerika. Penyelidikan dilakukan untuk mencari informasi apakah Oswald diperintahkan CIA untuk melakukan pembunuhan itu ataupun ada hal yang ditutupi oleh lembaga mata-mata tersebut.
 
Namun dalam memo tersebut menyebutkan bahwa tidak ada kaitan antara Oswald dengan CIA. Selain itu memo juga menambahkan bahwa tidak ada lembaga pemerintah lainnya yang memanfaatkan Oswald.
 
Dokumen terbaru ini dikeluarkan bersama 676 dokumen pemerintah yang terkait dengan insiden pembunuhan terhadap JFK pada November 1963. The National Archives yang berwenang untuk mempublikasikan dokumen tersebut.
 
Ini adalah ketika kalinya dokumen rahasia itu dirilis. Berdasarkan hukum, seluruh dokumen dibuka ke publik sejak pekan lalu.
 
Sementara pesan CIA lain yang penting setelah dua hari JFK terbunuh adalah 'adanya pertanyaan besar' mengenai perjalanan Oswald ke Mexico City, sebelum dia melakukan pembunuhan tersebut. Pihak berwenang mencoba mencari tahu maksud dari CIA mengenai Oswald, apakah dia mengunjungi Kedutaan Besar Rusia di Meksiko demi mendapatkan visa agar bisa melarikan diri setelah melakukan pembunuhan.

Meskipun Biro Penyelidik Federal AS, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengaku sudah menginterogasi Oswald usai kembali dari Meksiko, CIA secara konsisten membantah apa yang mereka lakukan seperti disebutkan dalam memo.

"Memo itu menyebutkan, meskipun Oswald berpikir mengenai upaya mencari tempat tinggal baru di Uni Soviet, ada kemungkinan bahwa dirinya mencoba mendapatkan dokumen (visa) demi melarikan diri usai melakukan pembunuhan terhadap presiden," sebut dokumen yang dikeluarkan Pemerintah AS, seperti dikutip Sky News, Sabtu 4 November 2017.

Sebelumnya Oswald pernah membelot ke Uni Soviet pada 1959 dan meminta kewarganegaraan. Namun kemudian ketika sempat berada di Minsk, Oswald  akhirnya kembali ke Negeri Paman Sam pada 1962.

Catatan lain disebutkan pada April 1976, ada kunjungan ke CIA dari tiga staf anggota Komisi Warren,-yang menyelidiki pembunuhan JFK. Catatan memo itu menyebutkan bahwa ketiga staf anggota komisi itu mengindikasikan bahwa mantan Dubes AS untuk Meksiko Thomas Mann, sangat mencurigai bahwa pemimpin Kuba saat itu, Fidel Castro, menyewa Oswald untuk membunuh Kennedy.

Tetapi, lagi-lagi komisi Warren pun tidak mendapatkan bukti apapun mengenai teori mengenai Oswald tersebut.

 



(FJR)