Trump Desak Presiden Tiongkok Bekerja Keras Atasi Korut

Fajar Nugraha    •    Kamis, 09 Nov 2017 12:53 WIB
as-tiongkok
Trump Desak Presiden Tiongkok Bekerja Keras Atasi Korut
Presiden AS Donald Trump berbicara di forum bisnis di Beijing, di hadapan Presiden Tiongkok Xi Jinping (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Beijing: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk pertama kali melakukan kunjungan ke Tiongkok sebagai kepala negara. 
 
Dalam pertemuan dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping, Trump desak Xi bertindak cepat mengatasi krisis nuklir yang dipicu oleh Korea Utara (Korut).
 
Pertemuan bersejarah pada Kamis 9 November itu, sikap Korut yang kerap melakukan provokasi di Semenanjung Korea menjadi pembahasan. "Pertemuan kami pagi ini sangat bagus, terutama dalam membahas Korea Utara dan saya yakin ada solusi atas masalah ini," ujar Trump, yang duduk berseberangan dengan Xi, seperti dikutip AFP, Kamis 9 November 2017.
 
"Kita harus bergerak cepat. Dan semoga saja Tiongkok akan bertindak lebih cepat dan efektif guna mengatasi masalah (Korut) ini," tutur Trump.
 
Tidak lupa di hadapan Presiden Xi, Trump mengucapkan terima kasihnya atas upaya membatasi perdagangan dengan Korut dan juga memutus hubungan perbankan dengan negara yang dipimpin oleh Kim Jong-Un. Namun Trump tetap meminta Xi untuk berbuat lebih banyak.
 
"Tiongkok bisa memperbaiki masalah ini dengan mudah dan cepat. Saya tahu persis mengenai presiden kalian (Tiongkok): 'Jika dia bekerja keras, semua akan terwujud. Tidak ada keraguan lagi," pungkas Trump, seraya memuji Xi.
 
Tetapi untuk masalah Korut, Trump juga meminta Rusia untuk bertindak. Mantan pengusaha properti itu dijadwalkan akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan APEC di Vietnam pekan ini.
 
"Saya juga meminta Rusia untuk membantu mengatasi masalah situasi tragis ini," jelasnya.
 
Trump sebelumnya menjelaskan bahwa dirinya dan Presiden Xi yakin ada solusi atas program nuklir Korut. Tetapi dia tidak mengelaborasi apa solusi yang bisa dihasilkan.
 
Ada satu yang menjadi perhatian dalam isu Korut ini. Ketergantungan ekonomi Korut kepada Tiongkok, merupakan kunci untuk menghentikan Pyongyang dalam mengembangkan program senjata nuklir dan rudal.



(FJR)