Trump Diselidiki atas Dugaan Menghambat Proses Hukum

Willy Haryono    •    Kamis, 15 Jun 2017 11:01 WIB
donald trumppemerintahan as
Trump Diselidiki atas Dugaan Menghambat Proses Hukum
Presiden AS Donald Trump MedStar Washington Hospital Center di Washington, 14 Juni 2017. (Foto: AFP/NICHOLAS KAMM)

Metrotvnews.com, Washington: Penasihat khusus yang menangani investigasi dugaan keterlibatan Rusia dalam pemilihan umum Amerika Serikat sedang menyelidiki apakah Presiden Donald Trump berusaha menghambat proses hukum tersebut. 

Demikian dilaporkan surat kabar Washington Post pada Rabu 14 Juni 2017, dengan mengutip beberapa pejabat anonim. 

Washington Post melaporkan sejumlah pejabat intelijen senior AS sepakat diwawancara penasihat khusus Robert Mueller terkait dugaan keterlibatan Rusia. 

Mereka yang sepakat diwawancara adalah Direktur Intelijen Nasional Daniel Coats, Kepala Agensi Keamanan Nasional Laksamana Mike Rogers, dan wakilnya, Richard Ledgett yang baru-baru ini mengundurkan diri. 

Wawancara dijadwalkan paling cepat pekan ini. Artikel Washington Post disambut reaksi emosional dari pengacara Trump dan Komite Nasional Republik. 

Perubahan fokus investigasi ke Trump sudah dimulai sejak sang presiden memecat Direktur FBI James Comey pada 9 Mei. Fokus penyelidikan adalah dugaan keterlibatan Rusia, dan apakah kubu Trump diuntungkan semasa kampanye tahun lalu.

Trump telah membantah adanya kolusi antara dirinya maupun kolega-koleganya dengan Rusia. 

Mueller, mantan Direktur FBI, kini sedang mencari tahu apakah Trump saat ini sedang menghambat proses hukum investigasi kasus keterlibatan Rusia. Pengacara Trump, Marc Kasowitz, menuduh FBI sebagai dalang di balik artikel Washington Post

Petinggi Komite Nasional Republik Ronna McDaniel menyebut artikel di Washington Post tidak berdasar dan "tidak mengubah apa-apa." 

"Tidak ada bukti penghambatan (proses hukum), dan pemimpin serta mantan pemimpin komunitas intelijen AS telah mengatakan tidak adanya upaya menghambat investigasi," tegas McDaniel.


(WIL)