Dubes Venezuela: Negara Kami Tak Berdaya Hadapi Pemberitaan Dunia

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 14 Sep 2017 19:09 WIB
venezuela
Dubes Venezuela: Negara Kami Tak Berdaya Hadapi Pemberitaan Dunia
Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Gladys Urbaneja Duran (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Media internasional memberitakan keadaan yang buruk mengenai Venezuela, di mana sang presiden, Nicolas Maduro, dianggap sebagai diktator yang tak mau turun dari jabatannya. Namun hal ini dibantah Duta Besar Venezuela untuk Indonesia, Gladys Urbaneja Duran.
 
Gladys menuturkan setiap negara memiliki sistem politik yang berbeda-beda. Namun, sistem politik di Venezuela dianggap bertentangan dengan kepentingan rakyat.
 
"Setiap negara memiliki sistem politik yang berbeda, demikian juga dengan Venezuela. Sayangnya, sistem politik kami diserang oleh negara lain yang ingin ikut campur," serunya saat ditemui di Jakarta, Kamis 14 September 2017.
 
Gladys menambahkan, negaranya sama seperti negara lain, hanya saja Venezuela memiliki oposisi yang selalu menentang. Oposisi inilah yang menyebabkan kericuhan di negaranya.
 
Ditemui sejumlah media, Gladys mengatakan kericuhan sebenarnya hanya terjadi di Caracas. Namun pemberitaan media internasional menuturkan seolah kerusuhan terjadi di berbagai wilayah di Venezuela.
 
"Venezuela sama seperti negara lain, namun kami punya oposisi yang ingin mengambil alih segalanya," kata dia di Restoran Up in the Smoke, Jakarta.
 
"Sayangnya kami tidak memiliki kemampuan untuk menghentikan yang ditulis media asing. Memang benar ada kekerasan namun hanya di Caracas, tak seperti yang diberitakan mereka," imbuhnya.
 
Sejak tahun lalu, krisis pecah di Venezuela. Bermula dari krisis ekonomi yang menyebabkan negara tersebut kekurangan bahan makanan, obat-obatan dan bahan pokok lainnya.
 
Oposisi menyebutkan krisis diakibatkan manajemen buruk dan maraknya korupsi di balik pemerintahan sosialis Venezuela.
 
Presiden Nicolas Maduro balik menuduh oposisi sebagai dalang di balik krisis ekonomi. Ia juga menuding Washington berada di balik kekacauan di negaranya. 



(FJR)